Erick Thohir Ingatkan Direksi dan Komisaris BUMN Harus Siap Dicopot, Kalau...

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno dan Erick Thohir. ANTARA

    Sandiaga Uno dan Erick Thohir. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengingatkan jajaran direksi dan komisaris perusahaan pelat merah jika tidak memenuhi target key performance indicator alias KPI serta tidak sejalan dengan nilai inti Akhlak dan good corporate governance.

    "Ingat, tiap direksi dan komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia, juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, serta tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG," ujar Erick dalam keterangan tertulsi, Senin, 7 Juni 2021.

    Erick berharap hal tersebut menjadi keseriusan bersama yang terus dijaga. Pasalnya, menurut dia, tuntutan ke depan untuk berkompetisi sangat tinggi di tengah perubahan dan pasar yang semakin terbuka. "Karena itu kita harus menjadi yang terbaik."

    Kemarin, Kementerian BUMN mengumumkan dibentuknya BUMN Leadership and Management Institute (BLMI), sebuah pusat riset, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan manajemen dan kepemimpinan di seluruh klaster perusahaan pelat merah. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk membangun kapabilitas kepemimpinan di BUMN yang berkelas dunia, berbasis AKHLAK dan mampu bersaing ditingkat global.

    Erick mengatakan upaya transformasi yang dicanangkan Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi sumber daya manuasianya.

    "Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan, yaitu BUMN Leadership and Management Institute,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.