Unilever Akan Tanam Investasi Baru Rp 2,5 T di KEK Sei Mangkei

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Unilever Oleochemical Indonesia memperluas investasinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Saat ini, perusahaan berencana menanamkan investasi baru sebesar Rp 2,5 triliun di KEK Sei Mangkei. Investasi tersebut berpotensi menciptakan sedikitnya 600 tenaga kerja langsung dan 6.000 lebih tenaga kerja tidak langsung.

    ”Kami tengah berencana melakukan ekspansi Marvel 2, yaitu perluasan oleochemical produk dan produk dengan nilai tambah lebih yakni soap noodles dan surfaktan melalui inovasi teknologi. Nilai investasinya Rp 2,5 triliun,” kata Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Arif Hudaya dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Juni 2021.

    Perluasan investasi tersebut akan menghasilkan produk split fatty acid, distilled fatty acid, soap noodles, specialty surfactants dan pharma grade glycerin. Produk utama untuk di ekspor ke India (Hindustan Unilever Ltd) adalah split fatty acid.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik rencana PT Unilever Oleochemical Indonesia menambah investasi baru sebesar Rp 2,5 triliun di KEK Sei Mangkei. Ia menegaskan komitmen Pemerintah untuk memberikan insentif berupa tax holiday terhadap investasi baru yang akan dilakukan oleh Unilever di dalam KEK Sei Mangkei.

    Sejak 2013 hingga 2020, Unilever telah menanamkan investasi sebesar Rp 2,5 triliun. Portofolio produknya adalah asam lemak (fatty acid), gliserin, soap noodles, dan dove noodles.

    Kemudian, Unilever melakukan investasi lanjutan Marvel 1 sebesar Rp 300 miliar di tahun 2021, yang progres fisiknya sudah mencapai 92,5 persen. Dengan rencana tambahan investasi baru sebesar Rp 2,5 triliun, total investasi Unilever di KEK Sei Mangkei akan mencapai Rp 5,3 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.