Anthoni Salim Tak Lagi Masuk Daftar Pemegang Saham BCA, Ini Penjelasan Dirut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di posisi keempat ada Anthoni Salim dengan grup usaha Salim bertengger di posisi keempat dengan nilai kekayaan US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 5,5 miliar. Forbes.com

    Di posisi keempat ada Anthoni Salim dengan grup usaha Salim bertengger di posisi keempat dengan nilai kekayaan US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 5,5 miliar. Forbes.com

    TEMPO.CO, JakartaAnthoni Salim ternyata tak lagi masuk di dalam daftar pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA. Hal ini terlihat pada laporan keuangan BCA selama lebih dari setahun terakhir.

    Padahal bos Indofood yang juga penerus dari Grup Salim ini pada tahun-tahun sebelumnya diketahui mempunyai kepemilikan saham pribadi di BCA. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pun membenarkan hal tersebut.

    Jahja menjelaskan, porsi kepemilikan saham milik Anthoni Salim saat ini termasuk ke dalam saham yang dipegang oleh publik yang sebesar 45,05 persen. "Gabung dengan punya masyarakat" ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin, 7 Juni 2021.

    Dalam laporan keuangan BCA pada akhir 2019, tercatat Anthoni Salim memiliki saham sebesar 1,76 persen di emiten dengan kode BBCA tersebut. Selain Anthoni, saham BCA dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 54,94 persen dan masyarakat sebesar 43,30 persen.

    Sementara, pada laporan keuangan per akhir Maret 2020, hanya terdapat dua pemegang saham. Kedua pemegang saham itu adalah PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 54,94 persen dan masyarakat sebesar 45,06 persen.

    Begitu pula dalam laporan keuangan BCA terakhir pada kuartal I pada tahun 2021, pemegang saham perseroan terdiri dari Dwimuria Investama Andalan dan masyarakat. Dari sisi kinerja, BCA membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp 7 triliun sepanjang kuartal pertama tahun ini.

    Bila dibandingkan dengan pencapaian pada periode serupa pada tahun lalu, maka realisasi laba BCA per kuartal I pada tahun 2021 naik sebesar 7 persen yoy.

    Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, portofolio total serta obligasi korporasi yang dibukukan BCA relatif stabil sejak Desember 2020 dan mencapai Rp 610 triliun per 31 Maret 2021. Hal ini didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

    BISNIS

    Baca: Pandemi, Pencadangan BCA Melonjak 50,3 Persen jadi Rp 3,3 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.