Pertamina: Proporsi Konsumsi BBM Non-subsidi di Makassar Naik Jadi 88,1 Persen

Reporter

Sejumlah kendaraan bermotor roda dua mengisi BBM di sebuah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) doi kawasan Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, 5 Januari 2016. Mulai hari ini pemerintah memutuskan harga premium turun sebesar Rp150 menjadi Rp7.150 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina mencatat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Gasoline (bensin) ramah lingkungan sejak pemberlakuan Program Langit Biru (PLB) di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, meningkat signifikan.

"Tercatat, dalam dua bulan terakhir konsumsi BBM ramah lingkungan (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di Makassar telah berada pada proporsi 88,1 persen, dari total BBM jenis Gasoline yang dikonsumsi oleh pengguna kendaraan," ujar Unit Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Regional Sulawesi, LaOde Syarifuddin Mursali, Minggu, 6 Juni 2021.

Menurut dia, kondisi itu berbanding terbalik dengan proporsi Premium bersubsidi yang mengalami penurunan dengan persentase hanya 11,9 persen, yang sebelumnya mendominasi dengan proporsi sekitar 70 persen.

Syarifuddin mengemukakan, konsumsi BBM ramah lingkungan tertinggi saat ini yang dikonsumsi masyarakat Makassar adalah BBM Jenis Pertalite RON 90 dengan angka proporsi 80,6 persen, dibandingkan total BBM jenis Gasoline yang dikonsumsi masyarakat.

“Penerimaan masyarakat terhadap PLB sangat luar biasa, dengan melihat tren konsumsi saat ini, kami melihat kesadaran akan pentingnya penggunaan BBM berkualitas dan ramah lingkungan di Makassar sudah mulai tinggi," katanya.

Pertamina berharap, Program Langit Biru dapat mengedukasi manfaat BBM berkualitas dengan membuat masyarakat merasakan sendiri manfaatnya.

Selain proporsi konsumsi Pertalite yang meningkat, kata dia, proporsi Bahan Bakar Berkualitas (BBK) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo juga mencatatkan pertumbuhan konsumsi.

Tercatat, peningkatan proporsi konsumsi Pertamax sebesar 7,1 persen dari sebelumnya 5,1 persen, kemudian Pertamax Turbo menjadi 0,5 persen bergerak tipis dari sebelumnya 0,4 persen serta diestimasi akan terus bergerak seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap manfaat penggunaan BBM berkualitas.

"Kami mengimbau masyarakat mengecek buku manual kendaraan masing-masing dan mencari nilai kompresi mesin kendaraannya. Rekomendasi BBM yang digunakan sesuai kompresi kendaraannya. Pada motor di tangki bensin dan mobil biasanya pada kaca belakang," katanya.

Pertamina kembali mengharapkan pada saat promo PLB berakhir nanti, masyarakat tetap menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan minimal jenis Pertalite untuk menjaga kualitas udara bersih dan sehat seperti sekarang.

ANTARA






BBM Impor, Mendag Minta Subsidi Langsung Agar APBN Tak Bengkak hingga Rp600 Triliun

5 jam lalu

BBM Impor, Mendag Minta Subsidi Langsung Agar APBN Tak Bengkak hingga Rp600 Triliun

Mendag Zulkifli Hasan memastikan beban subsidi BBM akan terus membengkak dalam APBN jika pengendalian penyalurannya tak diubah.


Pemerintah Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

6 jam lalu

Pemerintah Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi senilai Rp 502 triliun sampai akhir tahun untuk menjaga harga BBM bersubsidi.


Pengiriman Pertalite di Sejumlah SPBU Sempat Terlambat, Pertamina Bantah Ada Kelangkaan

18 jam lalu

Pengiriman Pertalite di Sejumlah SPBU Sempat Terlambat, Pertamina Bantah Ada Kelangkaan

Pengiriman stok Pertalite di sejumlah SPBU sempat terlambat seiring dengan meningkatnya konsumsi.


BPH Migas Ungkap Konsumsi Pertalite Naik Karena Ekonomi Bangkit

1 hari lalu

BPH Migas Ungkap Konsumsi Pertalite Naik Karena Ekonomi Bangkit

BPH Migas menjelaskan bahwa penyaluran kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdi sudah dibagi habis sesuai kuota nasional.


Soal Pembatasan Pembelian Pertalite, Pertamina: Masih Difinalisasi Pemerintah

1 hari lalu

Soal Pembatasan Pembelian Pertalite, Pertamina: Masih Difinalisasi Pemerintah

PT Pertamina menunggu revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yang akan mengatur jenis kendaraan yang dapat mengakses BBM bersubsidi jenis Pertalite.


Pertamina Bantah Kelangkaan Pertalite dan Solar: Konsumsi Meningkat

1 hari lalu

Pertamina Bantah Kelangkaan Pertalite dan Solar: Konsumsi Meningkat

Pertamina memastikan tidak ada kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.


Pertamina: Stok Pertalite Aman hingga 17 Hari ke Depan, Solar 19 Hari

1 hari lalu

Pertamina: Stok Pertalite Aman hingga 17 Hari ke Depan, Solar 19 Hari

Sekretaris Perusahaan Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan stok BBM subdisi jenis Pertalite dan Solar secara nasional masih aman.


Terkini Bisnis: Garuda Indonesia Ubah Susunan Direksi, Promo HUT RI ke-77

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Garuda Indonesia Ubah Susunan Direksi, Promo HUT RI ke-77

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Minggu siang, 14 Agustus 2022 dimulai dengan perombakan susunan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.


Dorong Pemerintah Naikkan Harga BBM Subsidi, Politikus Golar: Ada Permainan Bisnis Solar

2 hari lalu

Dorong Pemerintah Naikkan Harga BBM Subsidi, Politikus Golar: Ada Permainan Bisnis Solar

Politikus dari Partai Golkar Maman Abdurrahman mendorong pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi. Apa sebabnya?


Kuota BBM Bersubsidi Rawan Jebol, Ekonom Minta Pemerintah Turunkan Harga Pertamax

2 hari lalu

Kuota BBM Bersubsidi Rawan Jebol, Ekonom Minta Pemerintah Turunkan Harga Pertamax

Pemerintah dianggap perlu menurunkan disparitas yang menganganga antara harga Pertamax dan Pertalite agar konsumen BBM bersubsidi melakukan migrasi.