Budi Karya Minta Tol Laut hingga Pelni Segera Buka Trayek di Pelabuhan Patimban

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan pembukaan tahap awal Pelabuhan Patimban di Subang, Sabtu 31 Oktober 2020. Istimewa

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan pembukaan tahap awal Pelabuhan Patimban di Subang, Sabtu 31 Oktober 2020. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya meminta pengelola kapal, seperti tol laut, PT ASDP, dan PT Pelni segera mengoperasikan armadanya di Pelabuhan Patimban. Ia berharap pelabuhan ini secepatnya melayani angkutan barang maupun penumpang.

    “Progres pembangunan berjalan baik. Kita ingin Pelabuhan Patimban ini dapat memberikan suatu kebanggaan dan memberi manfaat maksimal bagi perekonomian nasional,” ujar Budi Karya dalam keterangannya, Ahad, 6 Juni 2021.

    Tol laut yang beroperasi dari Patimban, kata Budi Karya, akan melayani trayek ke Belawan, Medan, dan Pulau Natuna. Kementerian Perhubungan bakal berkoordinasi dengan Gaikindo dan beberapa merek mobil untuk mengirim kapal lewat Pelabuhan Patimban ke rute Panjang, Pontianak, dan Makassar. Rute ini akan dilayani dua kapal ASDP dengan target empat trip dalam sebulan.

    Sementara, untuk kapal penumpang, Budi Karya meminta Pelni untuk membuka trayek Pelabuhan Patimban ke Surabaya dengan jumlah kapal singgah minimal empat unit.

    Pembangunan Pelabuhan Patimban fase I-I paket 1 hampir rampung lantaran telah mencapai 99,8 persen. Konstruksi paket 1 ini meliputi pembangunan konstruksi dermaga peti kemas seluas 420x34 meter dengan kapasitas 250 ribu TEUs dan dermaga kendaraan seluas 300x33 meter berkapasitas 218 ribu CBU.

    Selain konstruksi dermaga, pembangunan paket I pun mencakup pembangunan area reklamasi seluas 60 hektare dan kolam pelabuhan. Adapun fase pertama pembangunan Pelabuhan Patimban dibagi atas  empat paket pengerjaan konstruksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.