Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Walhi Minta UU Cipta Kerja Dibatalkan

Sejumlah aktivis Walhi menggelar aksi di depan gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020. Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan pembangunan PLTU Batubara Jawa 9 dan 10 karena dinilai dapat merusak lingkungan dan menuntut pemerintah untuk beralih ke energi terbarukan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia alias Walhi Nur Hidayati menyebut semangat pemulihan lingkungan hidup pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 sama sekali tidak tercermin dalam berbagai kebijakan pemerintah Indonesia. Hal ini, kata dia, paling tidak tercermin dalam legislasi UU Cipta Kerja dan Perubahan UU Minerba berikut aturan turunannya.

Produk hukum tersebut, menurut Nur Hidayati, sangat berpihak pada kepentingan investasi, serta abai kepada kepentingan rakyat dan lingkungan hidup. Bahkan, ia mengatakan suara penolakan terhadap proses legislasi ini juga diwarnai oleh tindakan represif dan tidak demokratis.

“Parahnya, Presiden Joko Widodo dan beberapa kementerian di bawahnya malah menyesatkan rakyat Indonesia dan forum global dengan menyatakan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagai produk hukum  yang memperlihatkan komitmen Indonesia untuk memastikan agar kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat tidak merugikan lingkungan hidup,” kata Nur Hidayati dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Juni 2021.

Walhi mempertanyakan anggapan tersebut lantaran beleid itu dinilai memutihkan kejahatan dan praktik ilegal pengelolaan kawasan hutan hingga meminimalkan pertanggungjawaban korporasi terhadap praktik buruk perlidungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Beleid ini, menurut Nur Hidayati, lebih tepat dikategorikan sebagai peraturan yang malah mengakselerasi kerusakan lingkungan dan mempercepat Indonesia pada lubang krisis iklim yang lebih dalam. "UU yang berkonsekuensi menaruh rakyat di bawah bayang ancaman bencana ekologis dan kehilangan ruang hidupnya," ujar dia.

Pernyataan dan komitmen meninggalkan energi fosil dan secara bertahap untuk pensiunkan power plant batubara oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun dinilai Walhi hanya slogan belaka. Hal ini dapat dilihat dari fakta realisasi produksi batu bara 102 persen atau sebanyak 561 juta ton pada 2021. Sedangkan pada 2021, Kementerian ESDM meningkatkan target total produksi batu bara sebesar 591 juta ton.

"Fakta lain bahwa pembangunan PLTU baru akan berhenti setelah proyek 35 gigawatt rampung. Komitmen yang disampaikan Menkomarves pun sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam G7 yang tidak lagi membiayai proyek energi batubara dan bahan bakar fosil mulai akhir 2021," ujar Nur Hidayati.

Apabila pemerintah serius untuk menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memulihkan Indonesia serta memulihkan krisis kemanusiaan dan lingkungan hidup, dia mengatakan langkah awal yang harus segera dilakukan pemerintah adalah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang alias Perpu yang membatalkan UU Cipta Kerja dan Perubahan UU Minerba berikut aturan turunannya.

"Penerbitan perppu ini dapat disandarkan pada pertimbangan konstitusional menyelamatkan Indonesia dan segenap tumpah darahnya dari ancaman bencana serta kerusakan lingkungan hidup," ujar Nur Hidayati.

Tanpa dibatalkannya UU Cipta Kerja, Walhi mengatakan hal-hal yang dianggap sebagai upaya pemulihan lingkungan hidup oleh pemerintah hanya sebatas gimik dan bersifat superfisial.

BACA: Walhi NTT Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional

CAESAR AKBAR






Pergub Tata Ruang Atur Zonasi Pulau Reklamasi, Anak Buah Anies Baswedan: Hanya Pulau C, D, dan G

9 jam lalu

Pergub Tata Ruang Atur Zonasi Pulau Reklamasi, Anak Buah Anies Baswedan: Hanya Pulau C, D, dan G

Zona pulau reklamasi dalam Pergub Tata Ruang hanya pulau eksisting, yaitu Pantai Kita (Pulau C), Pantai Maju (Pulau D), dan Pantai Bersama (Pulau G).


Begini Kominfo Tanggapi Kabar Putusan MA Terkait Analog Switch Off

4 hari lalu

Begini Kominfo Tanggapi Kabar Putusan MA Terkait Analog Switch Off

Berikut ini bunyi pasal yang dibatalkan oleh MA dan pasal lain yang menjadi alasan pembatalan itu terkait analog switch off.


Anies Baswedan Tetapkan Regulasi Tata Ruang, Anak Buah: Tak Ada Perda Baru

4 hari lalu

Anies Baswedan Tetapkan Regulasi Tata Ruang, Anak Buah: Tak Ada Perda Baru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan regulasi baru soal tata ruang.


Jokowi Diminta Segera Deklarasikan Darurat Iklim di Indonesia

5 hari lalu

Jokowi Diminta Segera Deklarasikan Darurat Iklim di Indonesia

Dengan adanya deklarasi krisis iklim oleh Presiden Jokowi maka bisa ada sinergi antarkementerian dan lembaga dalam penanganannya.


Demo Buruh di DPR Besok, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Senayan

6 hari lalu

Demo Buruh di DPR Besok, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Senayan

Demo buruh di DPR itu dimulai pukul 09.00 dengan membawa sejumlah tuntutan, yaitu menolak UU Cipta Kerja, membatalkan RKUHP hingga turunkan harga.


Kepala BMKG: Perubahan Iklim Ancam Produktivitas Hasil Panen dan Tangkap Ikan

6 hari lalu

Kepala BMKG: Perubahan Iklim Ancam Produktivitas Hasil Panen dan Tangkap Ikan

BMKG akan terus berupaya meningkatkan layanan informasi cuaca dan iklim baik untuk kepentingan publik serta untuk kepentingan pengguna khusus.


Jokowi Perintahkan BMKG Identifikasi Menyeluruh Risiko Perubahan Iklim

7 hari lalu

Jokowi Perintahkan BMKG Identifikasi Menyeluruh Risiko Perubahan Iklim

Jokowi meminta BMKG memperkuat layanan informasi dan literasi, terutama di wilayah pertanian dan perikanan.


Perusahaan Startup Zenius Lakukan PHK, Apa Saja Hak Pekerja Terdampak PHK?

9 hari lalu

Perusahaan Startup Zenius Lakukan PHK, Apa Saja Hak Pekerja Terdampak PHK?

Mulai dari uang pesangon, penghargaan masa kerja, hingga penggantian hak, inilah rincian hak yang diterima pegawai apabila di PHK oleh perusahaan.


Gunakan Zona Musim Baru, BMKG Sebut Prakiraan Musim Hujan Lebih Akurat

12 hari lalu

Gunakan Zona Musim Baru, BMKG Sebut Prakiraan Musim Hujan Lebih Akurat

BMKG akan menggunakan zona musim terupdate (ZOM9120).


KNTI: Banyak Nelayan Mengeluh Tak Bisa Melaut karena KKP Lamban Keluarkan Surat Izin

15 hari lalu

KNTI: Banyak Nelayan Mengeluh Tak Bisa Melaut karena KKP Lamban Keluarkan Surat Izin

Komite Nelayan Tradisional Indonesia menyatakan saat ini banyak nelayan mengeluh tak bisa melaut akibat lambannya SIPI dan SIKPI yang dikeluarkan KKP.