Menteri Trenggono Ajak Seluruh Negara Bersatu Berantas IUU Fishing

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, saat di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Lombok Tengah, Rabu (24/3/2021).

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan International Day Against IUU Fishing yang diperingati dunia pada 5 Juni 2021 ini, merupakan momen yang baik untuk meneguhkan komitmen semua negara untuk memberantas praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

“Seluruh dunia harus bersatu memberantas praktik IUU Fishing,” kata Trenggono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Juni 2021.

Dia mengatakan bahwa IUU Fishing menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Selain menyebabkan kerusakan ekologi, IUU Fishing juga mengakibatkan kerugian ekonomi dan berbagai permasalahan sosial di banyak negara.

“Menurut Food and Agriculture Organisation (FAO), dunia kehilangan 11-26 juta ton sumber daya perikanan sebagai akibat IUU Fishing,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh dunia untuk bersatu dalam memerangi praktik IUU Fishing. Hal tersebut harus dilakukan karena saat ini IUU Fishing merupakan kejahatan lintas negara atau bersifat transnasional.

Lebih lanjut Menteri Trenggono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil langkah tegas dan tidak berkompromi terhadap praktik IUU Fishing. Dia memastikan penguatan pengawasan dan penegakan hukum akan terus didorong, selain melalui pendekatan diplomasi.

Di era kepemimpinannya juga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didorong untuk memperkuat infrastruktur pengawasan salah satunya dengan penambahan dua armada kapal pengawas.

Saat ini KKP memiliki 30 unit armada kapal pengawas yang ditempatkan di wilayah rawan IUU Fishing.“Posisi KKP jelas, tidak ada kompromi terhadap IUU Fishing, kami akan terus perkuat pengawasan," ujar Trenggono

Dia juga menegaskan bahwa pemberantasan IUU Fishing ini merupakan komponen penting menuju perwujudan ekonomi biru (blue ekonomi) kelautan dan perikanan. Oleh sebab itu, harus menjadi prioritas.

“Ekonomi biru di sektor kelautan dan perikanan tentu akan sangat bergantung bagaimana kita bisa memberantas praktik IUU Fishing,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar juga mengajak agar peringatan International Day Against IUU Fishing menjadi momentum dalam peningkatan kepatuhan kapal perikanan berbendera Indonesia. Antam memastikan bahwa tindakan tegas juga akan dilakukan terhadap kapal Indonesia yang tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami menghimbau agar kapal-kapal Indonesia juga mematuhi ketentuan,” ujar Antam.

Lebih lanjut, Antam menekankan agar kapal-kapal Indonesia tidak melakukan pelanggaran lintas batas atau menangkap ikan di negara lain secara ilegal. Hal tersebut merujuk pada masih tingginya pelanggaran oleh kapal Indonesia di negara-negara seperti Australia, Malaysia, India dan Timor-Leste.

“Mari kita juga menghormati ketentuan yang berlaku di negara lain, jangan melakukan praktik IUU Fishing di perairan negara lain,” imbuh Antam

Dia mengatakan di era kepemimpinan Menteri Trenggono, KKP terus menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan IUU Fishing. Sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 94 kapal yang terdiri dari 70 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 24 kapal ikan asing yang mencuri ikan (6 kapal berbendera Malaysia, 2 kapal berbendera Filipina dan 16 kapal berbendera Vietnam). KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum maupun racun.

Baca Juga: Ucapkan Selamat Idul Fitri, Menteri Trenggono Imbau Warga Tak Mudik






Pertemuan Menteri Pertanian G20: FAO Dukung Transformasi Pertanian dan Pedesaan Melalui Digitalisasi

3 jam lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20: FAO Dukung Transformasi Pertanian dan Pedesaan Melalui Digitalisasi

Transformasi pertanian melalui digitalisasi dibahas Dirjen FAO Qu Dongyu dan Mentan Syahrul Yassin Limpo di sela pertemuan Menteri Pertanian G20.


Swasembada Pangan Nasional Saat Pandemi, FAO: Indonesia Berhasil Ciptakan Sejarah

3 jam lalu

Swasembada Pangan Nasional Saat Pandemi, FAO: Indonesia Berhasil Ciptakan Sejarah

Direktur Jenderal Food and Organization (FAO) Qu Dongyu menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengatasi potensi krisis pangan global.


Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

7 hari lalu

Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengonsolidasikan 5 program ekonomi biru bersama para pimpinan perguruan tinggi perikanan dan kelautan seluruh Indonesia.


Menteri Trenggono Minta Pasokan BBM Nelayan Terpenuhi Agar Aktivitas Melaut Tidak Terganggu

16 hari lalu

Menteri Trenggono Minta Pasokan BBM Nelayan Terpenuhi Agar Aktivitas Melaut Tidak Terganggu

Menteri Trenggono saat mengecek ketersediaan BBM bersubsidi untuk para nelayan di TPI Tawang, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.


Kerugian Hingga Rp 551 Triliun Per Tahun karena Susut dan Terbuangnya Pangan di Indonesia

23 hari lalu

Kerugian Hingga Rp 551 Triliun Per Tahun karena Susut dan Terbuangnya Pangan di Indonesia

Food Loss and Waste pangan di Indonesia mencapai 115 hingga 184 kilogram per kapita per tahun. FAO bersama Kementerian Pertanian mengkaji penyebabnya.


Ikan Red Devil: Spesies Ikan Mahal yang Dilarang Dipelihara di Indonesia

28 hari lalu

Ikan Red Devil: Spesies Ikan Mahal yang Dilarang Dipelihara di Indonesia

Pemerintah resmi melarang ikan red devil atau ikan setan merah untuk dipelihara di Indonesia.


Inilah Daftar 25 Ikan Teratas yang Dilarang Dipelihara di Indonesia

28 hari lalu

Inilah Daftar 25 Ikan Teratas yang Dilarang Dipelihara di Indonesia

Tidak semua jenis ikan bisa dibudidayakan di Indonesia. Setidaknya terdapat 152 daftar ikan yang dilarang dipelihara di Indonesia. Sebagian besar ikan yang dilarang merupakan jenis ikan yang tergolong berbahaya.


Presiden PKS Kunjungi Susi Pudjiastuti, Bahas Masa Depan Bangsa

28 hari lalu

Presiden PKS Kunjungi Susi Pudjiastuti, Bahas Masa Depan Bangsa

Presiden PKS Ahmad Syaikhu didampingi Ketua Bidang Tani dan Nelayan Riyono saat bertemu dengan Susi Pudjiastuti


Indonesia Bimbing Pelatihan Bioinformatika untuk Tenaga Laboratorium ASEAN

33 hari lalu

Indonesia Bimbing Pelatihan Bioinformatika untuk Tenaga Laboratorium ASEAN

Personel dari 23 laboratorium Indonesia ikut pelatihan di bidang bioinformatika bersama delapan negara ASEAN lainnya.


Sebut Laut Indonesia Dicemari Sampah, Ini Solusi KKP

37 hari lalu

Sebut Laut Indonesia Dicemari Sampah, Ini Solusi KKP

Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kondisi laut di Indonesia telah dicemari sampah.