Kembali Digugat PKPU, Ini Penjelasan Ace Hardware

Ace Hardware. Foto/Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - PT Ace Hardware Indonesia Tbk menjelaskan mengenai gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan ini diajukan oleh kantor advokat Wibowo and Partners.

Berdasarkan surat klarifikasi tertarikh 3 Juni 2021, Corporate Affairs and Communication Director Ace Hardware Indonesia, Nana Puspa Dewi, mengatakan permohonan PKPU Nomor 251/Pdt.Sus/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 27 Mei 2021 dari pemohon Wibowo & Partners mengacu pada Legal Service Agreement tanggal 1 Oktober 2015, karena Pemohon merasa memiliki hak untuk menagih ke perseroan.

"Namun untuk menentukan benar tidaknya ada hak untuk menagih, saat ini masih dalam proses pemeriksaan Perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Register Perkara Perdata Nomor 599/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst, pada tanggal 20 Oktober 2020," ujar Nana dalam keterangan tersebut.

Nana menilai permohonan PKPU Nomor 251/Pdt.Sus/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 27 Mei 2021 tidak tepat diajukan saat ini. Perseroan berpendapat permohonan itu seharusnya menunggu Putusan Perkara Perdata Nomor 599/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst, pada tanggal 20 Oktober 2020 yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun perkara permohonan PKPU sebelumnya dengan Nomor Perkara 329/Pdt.Sus/PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 6 Oktober 2020 telah dicabut oleh Pemohon sesuai dengan Penetapan Nomor 329/Pdt-Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst tanggal 26 Oktober 2020. Dengan demikian, Nana mengatakan perseroan tidak dalam keadaan gagal bayar atas nilai sebesar Rp 10.000.000.

"PT Ace Hardware Indonesia Tbk. senantiasa mengikuti seluruh prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku sebagai komitmen perusahaan dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, serta konsisten memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh stakeholders," ujar Nana.

Ace Hardware sebelumnya kembali mendapat gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan ini diajukan oleh kantor advokat Wibowo and Partners.






Utang Luar Negeri RI Turun Jadi USD 403 Miliar

15 jam lalu

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi USD 403 Miliar

Utang Luar Negeri RI pada triwulan II turun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 412,6 miliar.


Deolipa Yumara Bakal Gugat Bharada E dan Kabareskrim ke Pengadilan

16 jam lalu

Deolipa Yumara Bakal Gugat Bharada E dan Kabareskrim ke Pengadilan

Deolipa Yumara menduga pencabutan kuasa terhadap dirinya oleh Bharada E alias Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu cacat formil.


Soal PMN Rp 7,5 Triliun, Bos Garuda: Saya Sih Inginnya Cair Minggu Depan

2 hari lalu

Soal PMN Rp 7,5 Triliun, Bos Garuda: Saya Sih Inginnya Cair Minggu Depan

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia masih menunggu pencairan dana penyertaan modal atau PMN dari pemerintah senilai Rp 7,5 triliun.


PMN Telat Cair, Bos Garuda: Mudah-mudahan Tidak Pengaruh ke Layanan

3 hari lalu

PMN Telat Cair, Bos Garuda: Mudah-mudahan Tidak Pengaruh ke Layanan

Irfan Setiaputra berharap belum cairnya PMN tidak akan mempengaruhi layanan Garuda.


Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

3 hari lalu

Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

Satreskrim Polres Bogor membongkar motif pembunuhan Bendahara KONI yang didalangi oleh anggota TNI AU.


Terkini Bisnis: Sri Mulyani Sebut Pembiayaan Utang Turun 237 T, Sinyal Bos Garuda Menjelang RUPS

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Sri Mulyani Sebut Pembiayaan Utang Turun 237 T, Sinyal Bos Garuda Menjelang RUPS

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal realisasi pembiayaan utang yang turun.


Sri Mulyani Sebut Realisasi Pembiayaan Utang Turun jadi Rp 236,9 Triliun

3 hari lalu

Sri Mulyani Sebut Realisasi Pembiayaan Utang Turun jadi Rp 236,9 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pembiayaan utang sampai akhir Juli 2022 mencapai Rp 236,9 triliun atau 25,1 persen dari p


Terkini Bisnis: Pelita Air Tambah Pesawat Airbus, Rupiah Bergerak Fluktuatif

6 hari lalu

Terkini Bisnis: Pelita Air Tambah Pesawat Airbus, Rupiah Bergerak Fluktuatif

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Selasa siang, 9 Agustus 2022 tentang Pelita Air tambah pesawat tipe Airbus A320.


Profil Tol Serang - Panimbang yang Sebagian Dibiayai Utang dari Cina

6 hari lalu

Profil Tol Serang - Panimbang yang Sebagian Dibiayai Utang dari Cina

Pemerintah menargetkan konstruksi jalan tol Serang - Panimbang akan rampung pada tahun 2024. Seperti apa profil ruas tol tersebut?


Luhut Klaim Utang Indonesia Rp 7.000 Triliun Terkecil di Dunia, Bagaimana Datanya?

6 hari lalu

Luhut Klaim Utang Indonesia Rp 7.000 Triliun Terkecil di Dunia, Bagaimana Datanya?

Sejumlah ekonom membantah klaim Menteri Luhut Pandjaitan yang mengatakan utang pemerintah Indonesia saat ini adalah yang paling kecil di dunia.