Samuel Sekuritas: Investor Asing Belum Kehilangan Minat di Pasar Modal Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah tren positif yang berjalan sejak 25 Mei 2021 lalu, IHSG terlihat mulai menurun di sesi pertama perdagangan pasar modal hari ini, menutup sesi di level 6.058, -0,5 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin yang sebesar 6.091.

"Meskipun IHSG menurun, investor asing tampaknya belum kehilangan minatnya kepada pasar modal Indonesia di sesi pertama ini," dikutip dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 4 Juni 2021.

Hal itu terlihat dari angka net buy asing yang mencapai Rp 254,3 miliar pada sesi pertama hari ini.

Sebelumnya, tim riset Samuel Sekuritas menyebutkan dalam laporan hariannya menyebutkan bahwa pasar berpotensi bergerak sideways hari ini, seiring dengan minimnya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, investor asing kemungkinan juga memilih menunggu rilis sejumlah data ekonomi AS, seperti non-farm payroll dan unemployment rate.

Sebanyak 201 saham menguat, 279 melemah, dan 160 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,3 triliun.

Sejumlah saham-saham yang berkaitan dengan komoditas tambang, seperti ANTM (-3,17 persen) INCO (-2,67 persen), dan PTBA (-1,72 persen) kompak menurun pada sesi pertama hari ini, seiring dengan menurunnya harga sejumlah komoditas tambang seperti nikel, batubara dan emas.

Tiga besar saham yang paling banyak diborong investor asing hari ini diisi oleh saham-saham perbankan, yaitu Bank BRI (BBRI) (Rp 135,8 miliar), BMRI (Rp 35,9 miliar) dan BRIS (Rp 34,3 miliar).

Sementara itu, saham emiten gas BUMN PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) kembali menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell asing mencapai Rp 24,8 miliar, disusul TOWR (Rp 16 miliar) dan INKP (Rp 15,4 miliar).

Saham yang mengisi lima besar top gainer atau menguat paling tinggi di sesi pertama ini, yaitu YELO (+34,5 persen ke Rp 144 per saham), JAWA (+34,1 persen ke Rp 228 per saham), PICO (+27,8 persen ke Rp 188 per saham), DAYA (+25 persen ke Rp 370 per saham), dan KIOS (+24,6 persen ke Rp 860 per saham).

Sedangkan lima besar top loser atau melemah paling dalam sesi pertama hari ini, yakni SUPR (-7 persen ke Rp 6.975 per saham), SAMF (-6,9 persen ke Rp 1.535 per saham), GDYR (-6,8 persen ke Rp 1.570 per saham), KONI (-6,7 persen ke Rp 1.310 per saham), dan POLU (-6,7 persen ke Rp 386 per saham).

Baca Juga: Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Bisa Melanjutkan Tren Naik Hari Ini


Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.






Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

2 jam lalu

Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

Peningkatan harga kumulatif signifikan pada saham PT Gaya Abadi Sempurna, dan untuk cooling down, Bursa Efek memandang perlu suspensi saham emiten ini


IHSG Bangkit ke Zona Hijau, Saham Bakrie Group Paling Laris di Perdagangan Sesi I

4 jam lalu

IHSG Bangkit ke Zona Hijau, Saham Bakrie Group Paling Laris di Perdagangan Sesi I

IHSG bergerak ke level 7.130,96 atau menguat 0,26 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level 7.112,45.


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

4 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Samuel Sekuritas Sebut IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Simak 5 Saham Berikut

6 jam lalu

Samuel Sekuritas Sebut IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat, Simak 5 Saham Berikut

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih dalam area konsolidasi setelah kemarin tutup turun tipis.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

18 jam lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


IHSG Loyo di Tengah Menguatnya Ancaman Resesi Global

1 hari lalu

IHSG Loyo di Tengah Menguatnya Ancaman Resesi Global

IHSG ditutup di posisi 7.112,4 atau turun 0,21 persen dari perdagangan kemarin di tengah menguatnya ancaman resesi global 2023.


Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

1 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

IHSG menutup sesi di level 7.092,7 atau 0,49 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin (7,127,5).


Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

1 hari lalu

Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang perlu dicermati para investor dengan kondisi IHSG hari ini.


BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

1 hari lalu

BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI.


IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

2 hari lalu

IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

IHSG berada di level 7.090,7 atau turun 1,22 persen dari angka penutupan Jumat pekan lalu, 23 September 2022 di 7.178,5.