Arcandra Tahar Sebut PGN Akan Fokus pada Efisiensi dan Laba Investasi

Reporter

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar memberikan keterangan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantor pusat PT PGN di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Ia juga memohon dukungan kepada seluruh direksi dan komisaris agar bisa bekerja sama dengan lebih baik untuk meningkat kinerja PGN. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar mengatakan perseroan akan fokus pada efisiensi dan return of investment atau laba investasi karena kepastian adanya pasokan gas, terbangunnya infrastruktur, dan meningkatnya permintaan gas.

Dia menambahkan PGN juga harus mengambil inisiatif dan berbagai terobosan agar mampu menjalankan peran strategis tersebut dan mendorong berbagai kebijakan efisiensi.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mampu dijalankan secara maksimal dan memberikan keuntungan bisnis yang optimal kepada perusahaan secara berkelanjutan," kata Arcandra di Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

Pemilik lima paten migas ini mencontohkan efisiensi di proyek pipa minyak Rokan sepanjang sekitar 360 kilometer. Proyek itu dialihkan ke Pertagas dan PGN dengan belanja modal yang diajukan sebesar 450 juta dolar AS.

Setelah dikaji ulang, proyek itu dapat berjalan dengan belanja modal sebesar 300 juta dolar AS sehingga perseroan bisa menghemat 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun.

Menurutnya, ruang efisiensi itu termasuk teknologi, cara pengerjaan, dan juga cara mengelola proyek."Jadi tiga aspek utama efisiensi adalah teknologi, sumber daya manusia, dan bisnis proses yang dibuat secara efisien," ujar Archandra.

Perseroan juga berupaya melakukan berbagai perbaikan lain, di antaranya key performance indicator (KPI) dari kinerja pegawai dan direksi.

Jika sebelumnya KPI di PGN dihitung berdasarkan berapa banyak investasi yang dilakukan, maka KPI itu diubah. Saat ini perhitungan KPI didasarkan atas berapa banyak laba yang dihasilkan dari sebuah investasi, jadi tidak lagi berorientasi pada jumlah investasi.

"Sebaiknya KPI yang diukur di PGN bukan pada jumlah investasi, tetapi pada return yang harus diperoleh dari sebuah investasi. Di industri migas rata-rata internal rate return dari sebuah investasi itu minimal sekitar 15 persen," kata Archandra.

Pada kuartal I 2021, PGN membukukan pendapatan sebesar 733,15 juta dolar AS. Sedangkan laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk tercatat mencapai 61.5 juta dolar AS. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 47,7 juta dolar AS.

Baca Juga: PGN Akan Pasok Kebutuhan Gas di Kawasan Industri Batang dan Kendal






Konglomerasi Korea Selatan Ikut Ambil Peran dalam Penurunan Emisi Karbon RI

3 jam lalu

Konglomerasi Korea Selatan Ikut Ambil Peran dalam Penurunan Emisi Karbon RI

Kerja sama untuk penurunan emisi karbon ini sudah diteken pada Februari lalu.


Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

6 jam lalu

Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

Arcandra Tahar membeberkan bagaimana Singapura yang tak memiliki ladang minyak bisa menjadi salah satu negara eksportir BBM di Asia.


Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

7 jam lalu

Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

Pertemuan tingkat menteri bidang perdagangan, investasi, dan industri di Bali pada 22-23 September 2022 menghasilkan kesepakatan baru yaitu Bali Compendium (Kompendium Bali), yang terdiri atas lima poin.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

19 jam lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

22 jam lalu

Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

Berita terkini hingga petang ini dimulai dari dampak yang dirasakan Indonesia akibat resesi global yang diproyeksikan terjadi tahun depan.


Cerita Arcandra Tahar Soal Alur Pembentukan Harga BBM, Produksi Seperti Membuat Rendang

23 jam lalu

Cerita Arcandra Tahar Soal Alur Pembentukan Harga BBM, Produksi Seperti Membuat Rendang

Komisaris Utama PGN sekaligus mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar menceritakan alur pembentukan harga BBM untuk sampai ke konsumen.


Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

Apindo meminta pemerintah menciptakan kebijakan fiskal dan makro prudential yang responsif untuk menanggulangi dampak resesi global.


Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

2 hari lalu

Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

Bahlil sempat tak yakin dapat menyelesaikan 100 persen investasi mangkrak yang sudah dia petakan sejak menjabat pada 2019.


Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

2 hari lalu

Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari 2.078 izin usaha pertambangan atau IUP yang dicabut, ada 700 perusahaan yang menyatakan keberatan.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.