Potensi Besar, Wapres Minta RI Kuasai Pasar Fashion Muslim dan Kosmetik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada Peresmian Pasar Rakyat Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Diskominfo Pariaman

    Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada Peresmian Pasar Rakyat Pariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Diskominfo Pariaman

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong penguatan ekspor produk fashion muslim dan kosmetik ke negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI atau OIC). Ma'ruf mengatakan potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim perlu dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri khususnya ke negara-negara OKI.

    Berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota OKI, Indonesia menjadi eksportir terbesar ke-lima dengan proporsi 9,3 persen di bawah Arab Saudi (14,5 persen), Malaysia (13,3 persen), Uni Emirat Arab (12,3 persen), dan Turki (10,1 persen).

    Namun Indonesia juga menjadi importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4 persen dibawah Uni Emirat Arab (12,2 persen), Turki (12,1 persen) dan Malaysia (11,8 persen).

    “Oleh karena itu Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,” kata Wapres saat membuka acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 melalui konferensi video pada Kamis, 3 Juni 2021.

    Berdasarkan State Global Islamic Economic Report 2020-2021, tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai US$2,02 triliun, di berbagai sektor termasuk mode. Demikian juga pada komoditi kosmetik halal, konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai US$ 66 miliar, atau meningkat 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Ini merupakan peluang besar bagi perkembangan dan ekspansi pasar fashion Indonesia ke seluruh dunia. Untuk itu kita harus memperkuat promosi dan pemasarannya melalui pemanfaatan marketplace berbasis teknologi digital,” katanya.

    Menurut Wapres, pemerintah telah mewujudkan langkah strategis agar Indonesia menjadi eksportir produk halal global, utamanya dengan mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor.

    Kedua dengan membangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal. Sejumlah kawasan yang telah siap di antaranya adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, dan Kawasan Industri Bintan Inti di Kepulauan Riau.

    Pembangunan sistem informasi halal termasuk percepatan proses penyelesaian sertifikat halal juga menjadi sorotan Wapres belakangan ini. Selain itu, kontribusi dari produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar juga bakal diperbesar untuk mendukung rantai pasok produk halal global.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.