Okupansi Hotel di Lampung hingga Mei Hanya 24,17 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan sedang berada di kamar hotel. Unsplash.com/Eunice Stahl

    Ilustrasi perempuan sedang berada di kamar hotel. Unsplash.com/Eunice Stahl

    TEMPO.CO, Bandarlampung - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Lampung mencatat bahwa tingkat hunian kamar hotel dari awal tahun hingga Mei 2021 hanya terisi 24,17 persen dari kapasitas tersedia sebanyak 2.140 kamar.

    "Berdasarkan data dari kawan-kawan kemarin, secara keseluruhan okupansi hanya 24,17 persen saja dari kapasitas tersedia," kata Sekretaris BPD PHRI Lampung, Friandi Indrawan, di Bandarlampung, Rabu, 2 Juni 2021.

    Ia mengatakan, bila tidak ada pandemi Covid-19 maka okupansi kamar hotel di Lampung bisa mencapai 90 persen, dan sebagian besar diisi oleh wisatawan luar Lampung.

    Namun begitu, lanjut dia, kondisi tingkat hunian di tahun 2021 ini lebih baik dibandingkan pada tahun lalu dimana pandemi Covid-19 baru-baru melanda dunia sehingga semua hotel hampir tutup dan tingkat okupansi secara keseluruhan hanya 5 persen.

    "Memang kondisi dua tahun ini buruk bagi dunia perhotelan, tapi kita bisa apa, toh kalau kita atau pemerintah tetap ngotot membuka ditakutkan pandemi akan semakin parah. Jadi saya harap dua tahun ini permakluman, dan ke depan tidak lagi seperti ini," kata dia.

    Menurutnya, dengan telah dicabutnya larangan mudik lebaran maka tingkat hunian kamar hotel di Lampung tidak akan naik signifikan sebab masa liburan sudah usai.

    "Walau ada kenaikan, tapi tidak signifikan sebab orang-orang sudah kembali bekerja, jadi tidak ada cerita libur lebaran lagi. Kita harap kondisi ini segera berlalu sehingga dunia perhotelan pulih kembali," kata dia.

    Baca Juga: Bali and Beyond Travel Fair Digelar Pekan Ini, Tawarkan 5.000 Kamar Hotel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.