Bio Farma Siap Negosiasi Pengadaan Vaksin Johnson & Johnson bagi Jemaah Haji

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol berlabel

    Botol berlabel "COVID-19 Coronavirus Vaccine" dan jarum suntik terlihat di depan terpampang logo Johnson & Johnson dalam ilustrasi yang diambil, 9 Februari 2021 ini. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan perseroan siap menegosiasikan pengadaan vaksin dengan produsen asal Amerika Serikat Johnson & Johnson.

    Hal tersebut disampaikan Bambang seiring dengan munculnya wacana pengadaan vaksin Johnson & Johnson setelah pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan jemaah yang boleh masuk kawasan ibadah hanya yang mendapatkan vaksin dari sejumlah produk.

    "Jika pemerintah menugaskan maka Bio Farma siap untuk melaksanakannya," ujar Bambang ketika dihubungi, Selasa, 1 Juni 2021.

    Johnson & Johnson dinyatakan sebagai salah satu jenis vaksin yang mendapatkan izin oleh Pemerintah Arab Saudi untuk penyelenggaraan haji tahun ini.

    Senin lalu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian kuota haji. Padahal, berdasarkan simulasi Tim Mitigasi Haji Kemenag, tenggat waktu persiapan penyelenggaraan haji telah melewati batas akhir. 

    Selain Johnson & Johnson, Arab Saudi memberikan izin kepada Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Bio Farma sejauh ini masih fokus untuk mempercepat proses vaksinasi nasional yang ditargetkan rampung pada awal 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.