Ini Rekayasa Lalin di Tol Jakarta-Cikampek Akibat Pembongkaran Girder Jembatan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial antrean kendaraan arah Jakarta melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 19 Mei 2021. Polda Metro Jaya menyatakan pada Rabu 19 Mei 2021 baru sekitar 22 ribu dari total 1,5 juta pemudik yang kembali ke Jabodetabek usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Foto aerial antrean kendaraan arah Jakarta melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 19 Mei 2021. Polda Metro Jaya menyatakan pada Rabu 19 Mei 2021 baru sekitar 22 ribu dari total 1,5 juta pemudik yang kembali ke Jabodetabek usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) selaku pengelola jalan tol Jakarta-Cikampek akan menyiapkan rekayasa lalu litas di sekitar Km 5+450 arah Jakarta. Hal ini dilakukan akibat pembongkaran girder Jembatan imbas terkena trase pekerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

    General Manager Representative Office 1 JTTRD Widiyatmiko Nursejati mengatakan pembongkaran girder jembatan sepanjang 22 meter yang melintang di atas jalur utama Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan dilaksanakan secara bertahap, Yaitu mulai Rabu, 2 Juni 2021 pukul 22.00 WIB sampai dengan Kamis, 3 Juni 2021 pukul 04.00 WIB.

    “Pada saat pelaksanaan pembongkaran girder jembatan akan dilakukan pengaturan lalu lintas dengan skema buka tutup lajur. Lajur utama Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta akan ditutup sementara selama 30 menit," ujar Widyatmiko dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Mei 2021.

    Namun demikian, ia menegaskan tidak ada penutupan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di kedua arah. Kendaraan arah Jakarta tetap dapat melintas melalui pengalihan arus lalu lintas (contraflow) mulai dari Km 5+800 sampai dengan Km 3+100.

    Widiyatmiko menambahkan, JTTRD sebagai pengelola akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan, khususnya yang akan melintasi lokasi pekerjaan tersebut.

    Untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang mungkin terjadi, JTTRD bekerja sama dengan KCIC dan polisi agar menyiapkan mitigasi risiko berupa pemasangan spanduk/rambu informasi lalu lintas aktivitas konstruksi selama berada di jalan tol; pengalihan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area pekerjaan dengan melakukan contraflow; dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

    “Kami memohon maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan Pembongkaran Girder Jembatan. Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol,” kata Widiyatmiko soal rekayasa lalu lintas tol Jakarta-Cikampek.

    Baca juga: Tes Covid-19 untuk 17.500 Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Selama Arus Balik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.