Ada Paket Wisata Sekaligus Vaksin ke Amerika Mulai Rp 19,8 Jutaan, Tertarik?

Sejumlah turis mengunjungi Patung Liberty di Pelabuhan New York, Minggu (13/10). Patung Liberty kembali dibuka untuk umum setelah pemerintah New York untuk menanggung beban biaya operasional tempat wisata ini selama masa 'shutdown' pemerintahan AS. AP/John Minchillo

TEMPO.COJakarta - Sejumlah agen wisata mulai menjual paket perjalanan sekaligus vaksin ke beberapa kota di berbagai negara bagian Amerika Serikat. Salah satu agen yang menawarkan paket itu adalah ATS Vacations.

Melalui situs dan media sosial resminya, ATS mengiklankan paket perjalanan ke Los Angeles dan New York. Paket dilego mulai Rp 19,98 juta hingga Rp 29,9 juta untuk tujuan Los Angeles selama tujuh hingga sepuluh hari.

Sedangkan untuk paket wisata ke Now York, harga paket dijual dari RP 21,9 juta sampai Rp 39,9 juta. Paket dengan harga termurah berlaku untuk minimal pemesanan sepuluh orang selama tujuh hari.

“Ke Amerika sendiri atau berdua saja sudah bisa berangkat. Buat kamu yang masih holding visa USA dan mau jalan-jalan lagi, yuk hubungi kami ya,” tulis ATS Vacation di Instagram @atsvacation.id, 28 Mei 2021.

Paket itu sudah termasuk tiket pesawat, hotel, biaya masuk tempat wisata, dan pemandu perjalanan. Setiap wisatawan yang membeli paket juga akan memperoleh vaksin Covid-19 bermerek Johnson and Johnson.

Adapun harga paket berlaku untuk satu orang. Paket wisata tidak termasuk tes swab PCR untuk persyaratan kembali ke Indonesia dan pengeluaran lain, seperti sarapan.

Tempo sudah mencoba menghubungi hotline agen wisata itu melalui pesan pendek dan telepon untuk menanyakan detail syarat perjalanan, namun hingga berita ini diunggah belum direspons.

Baca: Mendes Izinkan Seluruh Desa Wisata Bali Dibuka






9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

7 jam lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

9 jam lalu

Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

Lebih dari 2,5 juta warga Florida berada di bawah perintah evakuasi menghadapi badai Ian yang diperkirakan mulai mendarat pada Rabu malam.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

1 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

1 hari lalu

Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai.


Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

1 hari lalu

Teguk Buka Gerai di New York, 80 Persen Menunya Tak Ada di Indonesia

Teguk resmi membuka gerainya di 248 Mott Street, New York, Amerika Serikat.


Inilah 5 Wisata Alam yang Ada di Banyuwangi

1 hari lalu

Inilah 5 Wisata Alam yang Ada di Banyuwangi

Salah satu daerah yang menyediakan wisata alam dengan berbagai jenis yaitu Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.


Grey Nomad, Perjalanan Wisata tanpa Tujuan?

2 hari lalu

Grey Nomad, Perjalanan Wisata tanpa Tujuan?

Grey nomad perjalanan atau bertualang tanpa tujuan pasti


AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

2 hari lalu

AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

Amerika Serikat memperingatkan "konsekuensi bencana" jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina untuk pertahankan wilayah yang dicaplok


Mengenang Christopher Reeve, Pemeran Pertama Superman

2 hari lalu

Mengenang Christopher Reeve, Pemeran Pertama Superman

Christopher Reeve adalah pemeran pertama superhero Superman. Tapi Reeve ternyata pahlawan betulan bagi penyandang disabilitas di dunia nyata.


Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

2 hari lalu

Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

Sergei Lavrov menyebut Amerika Serikat sedang main api terkait sikapnya pada Taiwan.