Profil Abdee Slank, Pendukung Jokowi yang Kini jadi Komisaris Telkom

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Slank Abdee saat menggelar konfrensi pers Konser kolaborasi HUT Slank dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk SLANK HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival di Markas Slank, Jakarta, 12 Desember 2019. Kolaborasi Slank dengan Pemerintah Provinsi NTT diharapkan dapat mengembangkan pariwisata di NTT sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Tempo/Nurdiansah

    Personil Slank Abdee saat menggelar konfrensi pers Konser kolaborasi HUT Slank dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk SLANK HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival di Markas Slank, Jakarta, 12 Desember 2019. Kolaborasi Slank dengan Pemerintah Provinsi NTT diharapkan dapat mengembangkan pariwisata di NTT sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Abdi Negara Nurdin atau yang lebih dikenal sebagai Abdee Slank resmi ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Keputusan itu diumumkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan 2020 yang digelar pada hari ini, Jumat, 28 Mei 2021.

    Seperti apa profil dan perjalanan musikus tersebut hingga akhirnya didapuk menjadi komisaris perusahaan pelat merah di bidang telekomunikasi ini? Berikut ringkasannya.

    Berawal dari Donggala

    Abdee lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968. Sejak remaja Ia memang doyan menggerakkan massa. Saat duduk di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Donggala, Sulawesi Tengah, ia pernah mengumpulkan temannya untuk memperjuangkan teman yang tidak lulus karena kecurangan.

    ADVERTISEMENT

    Waktu itu ia beraksi menyanyikan lagu Pink Floyd, Another Brick in the Wall, di depan para guru. "Liriknya diindonesiakan: 'Hei luluskan teman kami'," ujar anak ketujuh dari delapan bersaudara ini tertawa kepada Tempo tahun lalu. Ia mengatakan musik menjadi kendaraan untuk memberantas korupsi dan ketidakadilan.

    Keluarga Politik

    Abdee dibesarkan di lingkungan keluarga politik. Ayahnya, Andi Cella Nurdin, adalah politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Sulawesi Tengah dan menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat selama 25 tahun. Sang ayah yang mempengaruhi pola pikirnya sampai sekarang.

    Abdee pernah kuliah satu semester di jurusan ekonomi Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, pada 1988. Pada tahun yang sama, ia mengambil kursus di sekolah musik Farabi.

    Karir Musik

    Sebelum menjadi personel Slank, ia menjadi gitaris grup band Flash, yang salah satu personelnya Ivan, basis Slank (1988-1990). Setelah itu Abdee berkarya melalui grup band Interview dan Enernest. Gaya permainan Abdee adalah blues dan rock.

    Selain di Slank, Abdee memproduseri grup band Serieus. Ia juga menjalani bisnis dengan meluncurkan produk efek gitar hasil pemikiran dan kreasinya sendiri (Signature Series) yang diberi nama The Eyes.

    Pilpres 2014

    Saat Pemilu Presiden 2014, Abdee menjadi inisiator Konser Salam 2 Jari untuk mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Konser ini bukan konser biasa, melainkan sebuah perjuangan, sebuah semangat yang bersatu dan menjadi kekuatan untuk mendukung Jokowi-JK melakukan perubahan," ucap Abdee.

    Kala itu, para relawan Jokowi ternyata sempat pesimis dengan Konser Salam 2 Jari. Mereka khawatir orang-orang tidak akan datang karena mereka kebanyakan berpuasa. Namun, Abdee Slank selalu optimis kalau konser tersebut akan berlangsung akbar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.