Soal Tawaran Pensiun Dini, Serikat Karyawan Garuda: Tidak Menolak dan Menerima

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Sekarga, APG dan IKAGI saat memberikan keterangan Pers terkait pensiun dini, Jumat 28 Mei 2021. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Sekarga, APG dan IKAGI saat memberikan keterangan Pers terkait pensiun dini, Jumat 28 Mei 2021. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Ikatan Awak Kabin Indonesia (Ikagi) menyatakan tidak menerima dan tidak menolak tawaran pensiun dini dari manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

    "Kami memahami pensiun dini ini, kami tidak menerima dan menolak pensiun dini tersebut. Tapi kami terus memantau prosesnya," ujar Sekretaris Sekretariat Bersama Karyawan Garuda Indonesia, Edward Hutabarat dalam konprensi Pers, Jumat 28 Mei 2021.

    Edward mengatakan pensiun dini sifatnya sukarela dan merupakan dampak restrukturisasi yang dilakukan manajemen. Namun, kata dia, seluruh karyawan Garuda Indonesia tetap optimis dan solid menjaga kelangsungan perusahaan dan berkomitmen tinggi, bekerja dengan baik memberikan pelayanan yang terbaik, safety dan service.

    Untuk menjaga kelangsungan PT Garuda Indonesia, Edward mengatakan pihaknya meminta dukungan penyelamatan dari Presiden Joko Widodo, Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan dan Komisi terkait di DPR.

    Ketua Harian Sekarga, Tommy Tampatty, mengatakan, kondisi yang terjadi pada Garuda Indonesia saat ini tak bisa dipungkiri dampak pandemi Covid-19 dan ada beban masa lalu. "Kami masih sangat optimis Garuda tetap tumbuh seiring dengan berakhirnya covid-19 dan langkah langkah penyelamatan dari pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.