Terminal Rajabasa Bandarlampung Hentikan Sementara Pemakaian GeNose

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemudik saat tiba di terminal Induk Rajabasa Bandar Lampung, (6/8). Terminal ini masih kelihatan sepi dari penumpang baik yang datang maupun yang akan meninggalkan terminal tersebut, diperkirakan akan ramai pada malam ini. Tempo/Amston Probel

    Seorang pemudik saat tiba di terminal Induk Rajabasa Bandar Lampung, (6/8). Terminal ini masih kelihatan sepi dari penumpang baik yang datang maupun yang akan meninggalkan terminal tersebut, diperkirakan akan ramai pada malam ini. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Lampung - Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung, Provinsi Lampung untuk sementara waktu menghentikan penggunaan GeNose, alat deteksi Covid-19 kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui terminal.

    "Bila tidak ada perpanjangan waktu pengetatan perjalanan lagi, GeNose akan kita operasikan kembali untuk mendeteksi penumpang yang turun atau berangkat dari sini," kata Kepala Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung, Harry Indarto, di Bandarlampung, Rabu, 26 Mei 2021.

    Dia menjelaskan penghentian pemakaian alat GeNose sementara waktu tersebut, menyesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Covid-19 di mana pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa harus atau wajib melakukan pemeriksaan rapid test antigen ataupun PCR dengan hasil negatif.

    Selain itu, tidak dioperasikan layanan GeNose pada pelaku perjalanan arus balik Lebaran 1442 Hijriah ini juga untuk menghormati dan menghargai Surat Gubernur Lampung yang mengharuskan pelaku perjalanan diperiksa melalui rapid test antigen ataupun PCR.

    Meski begitu, di Posko Terminal Induk Rajabasa mendapatkan bantuan sebanyak 300 alat rapid test antigen dari Pemerintah Provinsi Lampung guna memeriksa secara acak pelaku perjalanan yang hendak pergi ke pulau Jawa.

    Terkait sudah diperbolehkannya kendaraan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) beroperasi, ia mengatakan bahwa data terakhir 24 Mei 2021, bus AKAP yang singgah ke terminal baik untuk kedatangan maupun keberangkatan sudah mulai terlihat meski belum terlalu ramai.

    "Data per tanggal (24/5) bus yang datang dari Pulau Jawa ke Sumatera dan singgah di sini ada 15 bus dengan jumlah penumpang keseluruhan 248 orang. Sedangkan untuk keberangkatan AKAP dari sini ada 24 bus dengan jumlah penumpang 521 orang. Alhamdulillah tidak ada penumpang yang ditemukan positif Covid-19," kata Kepala Terminal Induk Rajabasa Bandarlampung tersebut.

    ANTARA

    Baca juga: Kemenhub Bahas Perbaikan Terminal Rajabasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.