Investigasi Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Libatkan Polri, Kemenhan, hingga BIN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021. Rapat tersebut membahas penjelasan tentang peningkatan kualitas pelayanan JKN di masa pandemi. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.COJakarta - Lima hari berjalan sejak kasus dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia pertama kali mencuat pada 20 Mei 2021. Kini sejumlah pihak terlibat untuk membantu investigasi kasus ini, mulai dari BPJS Kesehatan, Bareskrim Polri, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), sampai Badan Intelijen Negara (BIN).

"20 Mei 2021, BPJS segera melakukan koordinasi dan investigasi adanya dugaan peretasan," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti melaporkan kepada Kepada Komisi Kesehatan DPR dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 25 Mei 2021.

Dalam kasus ini, data penduduk yang diduga bocor telah diperjualbelikan oleh akun bernama Kotz di Raid Forums, raidforums.com. Ali mengakui bahwa data tersebut mirip dengan yang mereka punya, tapi belum diketahui apakah bersumber dari BPJS atau bukan.

Dalam rapat ini, Ali melaporkan secara lengkap upaya yang sudah mereka lakukan. Berikut rinciannya:

Jumat, 21 Mei 2021

BPJS mengelar rapat dengan sejumlah pihak. Mulai dari Dewan Pengawas BPJS, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Siber Kemenhan, hingga IT Security Expert dari Telkomsigma, perusahaan di bawah PT Telkom (persero) Tbk.

Selanjutnya, BPJS mengamankan titik akses dengan melakukan penutupan dan investigasi. Lalu, BPJS untuk sementara waktu menunda semua kerja sama yang terkait dengan pertukaran data.

Terakhir di hari yang sama, Ali menyebut Kominfo juga menutup akses ke situs raidforums.com dan 3 tautan lainnya yang jadi tempat mengunduh data yang bocor tersebut. Mulai dari bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com.

Sabtu, 22 Mei 2021

Tim BPJS Kesehatan, BSSN, dan Tim Security Operation System melakukan penelusuran melalui digital forensic dan verifikasi sampel data dari akun Kotz. Total ada 100 ribu sampel dan penelusuran masih berjalan.

"Sebetulnya itu yang dia (akun Kotz) tawarkan, bener punya BPJS atau bukan, itu belum tahu. Tapi bahwa itu mirip, iya," kata Ali. Selanjutnya, BPJS juga berkoordinasi dengan Siber Bareskrim Polri dan Kemenhan.

Ahad, 23 Mei 2021

Manajemen BPJS menyiapkan surat permohonan perlindungan hukum ke Bareskrim Polri. Selain itu, BPJS juga berkoordinasi dengan Kominfo dan mengirimkan surat. Tapi, Ali tidak menjelaskan isi surat ke Kominfo ini.

Senin, 24 Mei 2021

Direksi BPJS resmi menyampaikan surat pengaduan atas kasus ini ke Bareskrim Polri. BPJS kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. "Turut dihadiri BSSN, BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Intelijen Negara (BIN)," kata Ali.

Selanjutnya, BPJS berkoordinasi dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Keuangan. Koordinasi ini kembali melibatkan Dewan Pengawas BPJS, Kominfo, dan BSSN.

Selasa, 25 Mei 2021

Sementara hari ini, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Mulai dari investigasi internal dibantu oleh BSSN sampai langkah-langkah mitigasi terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan data. "Antara lain penerapan biometric fingerprint dan face recognition untuk proses pelayanan dan administrasi," kata Ali.

Selanjutnya, BPJS sedang mengambil sejumlah langkah pencegahan kebocoran data, di antaranya dengan menguatkan sistem keamanan teknologi informasi. "Dengan meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem," ujarnya. Terakhir, BPJS kembali bersurat kepada Kominfo dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca: Data Bocor, Bos BPJS Kesehatan Klaim Telah Berupaya Melindungi Data Sesuai Standar






Penerbitan Pelat Nomor RF Dihentikan Mulai Oktober 2023, Begini Kata Polisi

10 jam lalu

Penerbitan Pelat Nomor RF Dihentikan Mulai Oktober 2023, Begini Kata Polisi

Korlantas Polri akan menghentikan penerbitan pelat nomor khusus RF mulai Oktober 2023.


Cara Terbaru Gunakan BPJS Kesehatan, Apa Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama dan Lanjutan?

1 hari lalu

Cara Terbaru Gunakan BPJS Kesehatan, Apa Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama dan Lanjutan?

Seluruh warga negara Indonesia wajib mengikuti program BPJS Kesehatan. Inilah cara terbaru menggunakan BPJS Kesehatan.


Cara Cek Kantor BPJS Kesehatan Terdekat Dari Lokasi Anda

2 hari lalu

Cara Cek Kantor BPJS Kesehatan Terdekat Dari Lokasi Anda

Beberapa orang memilih untuk mengurus BPJS secara langsung ke kantornya. Adapun cara mengetahui lokasinya bisa lewat website atau Google Maps.


Ingatkan Lagi, BPJS Kesehatan Tak Menanggung 21 Jenis Pelayanan Kesehatan

2 hari lalu

Ingatkan Lagi, BPJS Kesehatan Tak Menanggung 21 Jenis Pelayanan Kesehatan

Ternyata tak semua penyakit ditanggung BPJS kesehatan, apa sajakah 21 layanan kesehatan yang tak ditanggung itu? Bagaimana regulasinya?


Kasus Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Tetapkan Karyawan Huawei jadi Tersangka

2 hari lalu

Kasus Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Tetapkan Karyawan Huawei jadi Tersangka

Kejagung menetapkan satu lagi tersangka di kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5.


Mulai Besok Polri Buka Pendaftaran Calon Perwira Jalur SIPSS, Simak Persyaratannya

4 hari lalu

Mulai Besok Polri Buka Pendaftaran Calon Perwira Jalur SIPSS, Simak Persyaratannya

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka pendaftaran calon perwira Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T.A 2023 mulai besok Selasa 24 Januari 2023.


Ratusan Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Usai Kericuhan di Dogiyai Papua

4 hari lalu

Ratusan Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Usai Kericuhan di Dogiyai Papua

Polda Papua memastikan situasi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kondusif setelah kericuhan dan pembakaran kios pada Sabtu, 21 Januari 2023


Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

5 hari lalu

Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

Densus 88 menangkap satu orang tersangka terorisme yang diduga jaringan ISIS di Daerah Istimewa Yogyakarta


366 Personel Gabungan TNI - Polri Jaga Imlek 2023 di 38 Vihara Jakarta Barat

5 hari lalu

366 Personel Gabungan TNI - Polri Jaga Imlek 2023 di 38 Vihara Jakarta Barat

Sebanyak 366 personel gabungan jaga vihara di Jakarta Barat pada perayaan Imlek 2023 ini.


Polda Metro Jaya Kerahkan 4.550 Personel Jaga Tahun Baru Imlek 2574 DKI Jakarta

6 hari lalu

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.550 Personel Jaga Tahun Baru Imlek 2574 DKI Jakarta

Polda Metro Jaya telah menyiapkan 4.550 personel untuk pengamanan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili atau 2023 Masehi di Provinsi DKI Jakarta.