Erick Thohir Galang Dukungan untuk Rakyat Palestina Lewat MES

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita Palestina terlihat setelah kembali ke rumahnya yang hancur akibat serangan militer Israel di Gaza, 21 Mei 2021. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Seorang wanita Palestina terlihat setelah kembali ke rumahnya yang hancur akibat serangan militer Israel di Gaza, 21 Mei 2021. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES Erick Thohir menggalang dukungan bagi rakyat Palestina yang terdampak konflik di jalur perbatasan. MES akan  menyalurkan bantuan dalam bentuk obat-obatan ke daerah yang membutuhkan, seperti di Gaza.

    "Dalam semangat solidaritas kemanusiaan, MES akan menggalang sumber daya yang dimiliki untuk memberikan obat-obatan kepada rakyat Palestina melalui donasi para anggota MES," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Mei 2021.

    Erick menyatakan, sebagai bagian tak terpisahkan dari ekonomi keumatan, Masyarakat Ekonomi Syariah memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara menyerukan hak rakyat Palestina kepada komunitas global. Menteri BUMN itu mengatakan MES bersama pemerintah turut berada di belakang rakyat Palestina.

    Menurut Erick, meski MES merupakan organisasi yang bergerak di sektor ekonomi, sisi kemanusiaan adalah hal yang utama yang harus ditonjolkan. Sebab, kata dia, ekonomi syariah punya tujuan memenuhi kesejahteraan bersama.

    "MES harus hadir memberikan solusi dimana pun. Untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Erick Thohir menyatakan masyarakat yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk obat-obatan melalui MES menyalurkannya lewat Kitabisa atau rekening MES di Bank Syariah Indonesia.

    Baca Juga: Iran Minta Negara-negara Muslim Dukung Palestina Secara Militer dan Finansial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.