Sri Mulyani: Sudah Lebih 14 Bulan, Pandemi Memaksa Kita Berubah

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara diskusi Tempo bertajuk "Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi", Jumat, 23 April 2021. (TEMPO)

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan banyak perubahan yang dihadapi di masa pandemi Covid-19. Pandemi mendorong pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WHF), namun harus tetap produktif.

“Sudah lebih 14 bulan, pandemi Covid-19 memaksa kita semua berubah. Covid-19 telah menelan korban 67 jiwa dari jajaran Kementerian Keuangan. Total yang pernah positif dan alhamdulillah sembuh mencapai 3.546,” ujar Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya yang terverifikasi, @smindrawati, Jumat, 21 Mei 2021.

Sri Mulyani menjelaskan, hingga saat ini, sebanyak 52 persen pegawai Kementeriannya masih melaksanakan WFH untuk menjaga protokol kesehatan dan mencegah penularan virus corona. Kementerian pun terus melakukan pengetesan, pelacakan, dan perawatan untuk mengantisipasi para aparatur sipil negara atau ASN dan pegawai di Kemenkeu terpapar virus corona.

Dalam kondisi tersebut, Sri Mulyani mengatakan pegawai Kementerian tetap tidak boleh mengambil jeda, apalagi berhenti bekerja. “Tugas mengelola dan menjaga keuangan negara untuk memulihkan masyarakat dan ekonomi masih terus berlangsung,” ujarnya.

Sri Mulyani kemudian bercerita bahwa dua pekan lalu, ia sempat mengajak para eselon I berjalan kaki di kompleks Kementerian Keuangan sebagai bentuk penyegaran. Sri Mulyani memerintahkan petugas menghidupkan air mancur untuk menghidupkan kembali suasana.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu lalu meminta para pegawai tetap bersemangat lantaran perjuangan melawan pandemi belum usai. “Ayo kita terus fokus dan bekerja keras menjaga masyarakat dan memulihkan kembali ekonomi Indonesia dari dampak Covid-19,” tutur Sri Mulyani sembari menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Baca Juga: Luhut Ajak PNS Work from Bali, Indef: Tak Sejalan dengan Sri Mulyani






Bursa Calon Gubernur BI, Apa Saja Kriteria yang Dibutuhkan dan Tantangannya di Tengah Gejolak Global?

3 jam lalu

Bursa Calon Gubernur BI, Apa Saja Kriteria yang Dibutuhkan dan Tantangannya di Tengah Gejolak Global?

Ekonom yang juga Direktur Segara Institut Pieter Abdullah Redjalam mengungkap kriteria calon Gubernur Bank Indonesia atau Gubernur BI. Apa saja?


Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

6 jam lalu

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Menunjukkan Prospek Cerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan prospek cerah.


Zoom Akan Berhentikan 1.300 Karyawan Saat Musim WFH Mereda

23 jam lalu

Zoom Akan Berhentikan 1.300 Karyawan Saat Musim WFH Mereda

Zoom berkembang pesat saat orang-orang beralih ke pekerjaan jarak jauh selama pandemi covid-19.


Ekonomi Terkini: Kinerja Ekspor Tertinggi, Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

1 hari lalu

Ekonomi Terkini: Kinerja Ekspor Tertinggi, Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

Berita ekonomi dan bisnis terkini. Mulai dari kinerja ekspor yang moncer hingga penolakan privatisasi PT PGE.


Utang Pemerintah Tembus Rp 7.733,99 Triliun, Anak Buah Sri Mulyani: Bukan Karena Demen Berutang

1 hari lalu

Utang Pemerintah Tembus Rp 7.733,99 Triliun, Anak Buah Sri Mulyani: Bukan Karena Demen Berutang

Utang Indonesia tembus Rp 7.733,99 triliun per Desember 2022. Instrumen utang diperlukan untuk menutup defisit anggaran yang sudah disetujui DPR.


Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

1 hari lalu

Bandingkan Defisit APBN RI dengan Negara Maju, Kemenkeu: Cukup Baik

Kemenkeu menyebutkan defisit fiskal dan rasio utang Indonesia masuk dalam kelompok yang cukup baik di dunia.


Soal Beban Utang Negara, DPR: Jangan Sebut Aman, Perhatikan Kemampuan Membayarnya

1 hari lalu

Soal Beban Utang Negara, DPR: Jangan Sebut Aman, Perhatikan Kemampuan Membayarnya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarawati berharap pemerintah tidak menganggap utang pemerintah dalam taraf aman.


Thailand Optimistis Bisa Capai 30 Juta Kunjungan Turis Asing

1 hari lalu

Thailand Optimistis Bisa Capai 30 Juta Kunjungan Turis Asing

Pada 2022, Thailand mengalahkan target pariwisatanya dengan 11,15 juta pengunjung asing.


MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

1 hari lalu

MRT Jakarta Catat Jumlah Penumpang Capai 61,2 Juta Selama 2019-2022

Dirut MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah pengguna atau ridership pada 24 Maret 2019 - 31 Desember 2022 sebanyak 61.292.496 orang. Rinciannya, pada 2019 dengan target 65.000 penumpang, realisasinya 86.270 penumpang. Pada 2020 dengan target 26.065 penumpang, realisasinya 27.122 penumpang.


Segara Institut: Calon Gubernur Bank Indonesia Bisa dari Eksternal

1 hari lalu

Segara Institut: Calon Gubernur Bank Indonesia Bisa dari Eksternal

Ekonom yang juga Direktur Segara Institut Pieter Abdullah Redjalam mengatakan calon Gubernur Bank Indonesia bisa saja berasal dari eksternal.