AP I Prediksi Peningkatan Penumpang Pesawat Terjadi Hari Ini dan Besok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI AU bersama seekor anjing bernama Betty berkeliling melakukan pengamanan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 28 Juni 2016. Anjing jenis Rottweiler tersebut bertugas menjaga keamanan di bandara selama masa mudik lebaran 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    Personel TNI AU bersama seekor anjing bernama Betty berkeliling melakukan pengamanan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 28 Juni 2016. Anjing jenis Rottweiler tersebut bertugas menjaga keamanan di bandara selama masa mudik lebaran 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan memprediksi adanya peningkatan perjalanan penumpang pesawat saat pada masa peniadaan mudik 16-17 Mei di 15 bandara yang dikelola AP I.

    "Langkah antisipasi dari sisi operasional kami lakukan dengan memastikan penerapan protokol kesehatan diterapkan sebaik mungkin mulai dari proses kedatangan calon penumpang di bandara," kata Handy dalam keterangan tertulis, Ahad, 16 Mei 2021.

    Dia mengatakan tempat layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C-19, proses pemeriksaan dan persyaratan dokumen perjalanan, proses check in hingga proses boarding penumpang.

    "Selain itu kami juga telah menyiapkan ruang karantina jika nanti ada calon penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan," ujarnya.

    Dihubungi secara terpisah Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan transportasi udara tidak padat pada masa arus balik mudik hari ini. "Di transportasi udara tidak padat," kata Novie saat dihubungi hari ini.

    Kendati begitu, dia memperkirakan puncak arus balik mudik Idul Fitri tahun ini terjadi pada 18 Mei 2021. "Akan peak tanggal 18. Perkiraan kami," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 16 dan 20 Mei 2021. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju arah Jabodetabek, Budi Karya mengimbau masyarakat tidak kembali pada periode puncak tersebut.

    “Kami mengimbau jangan (kembali) di tanggal tersebut karena akan penuh,” ujar Budi Karya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Sabti, 15 Mei 2021.

    Kementerian Perhubungan mendata sebanyak 1,5 juta orang telah melakukan perjalanan di masa Ramadan hingga Lebaran 1442 Hijriah. Data tersebut dihimpun sejak 22 April sampai 12 Mei 2021.

    Budi Karya mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Korps Laliu-lintas Polri untuk memperketat skrining di posko penyekatan, baik jalan tol maupun rest area alias tempat peristirahatan. Di lokasi penyekatan tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kesehatan penumpang.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: Penyekatan Arus Balik Lebaran 2021 Bakal Dilakukan hingga 24 Mei 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.