Cerita Ahok Ditelpon Edy Rahmayadi Setelah BBM Naik: Hubungan Kami Baik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Instagram/ANTARA FOTO

    Ahok dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Instagram/ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bercerita tentang komunikasinya dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi setelah bahan bakar minyak atau BBM di provinsi itu naik. Ahok mengakui sempat ditelepon oleh Edy.

    “Kami kadang kontak pakai HP karena hubungan (kami) baik,” ujar Ahok saat dihubungi Tempo pada Kamis, 6 Mei 2021.

    Edy mempertanyakan kenaikan harga BBM sebesar Rp 200 per liter yang berlaku khusus di Sumatera Utara. Kenaikan itu tidak disertai peningkatan tarif BBM di wilayah lain.

    Setelah diusut, Ahok mengatakan kenaikan BBM terjadi lantaran merupakan dampak dari terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 1Tahun 2021 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

    ADVERTISEMENT

    Di dalam beleid itu diatur kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor dari 5 persen menjadi 7,5 persen. “Nambah 2,5 persen,” ujar Ahok saat dihubungi Tempo pada Kamis, 6 Mei 2021.

    Peningkatan harga BBM setelah perubahan aturan tarif pajak kendaraan sebelumnya membuat Ahok ditelepon oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Melalui panggilan itu, Edy mempertanyakan alasan perusahaan pelat merah menaikkan BBM.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.