Terkini Bisnis: Pengecualian dalam Larangan Mudik hingga Utang Bakrie ke KFC

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu hari menjelang larangan mudik ratusan calon penumpang kereta api memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu 5 Mei 2021. Per 1 Mei 2021, tercatat sudah ada lebih dari 6.000 calon penumpang yang akan diberangkatkan. Keberangkatan didominasi oleh penumpang ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya Malang dan Surabaya. Meskipun padat, PT Kereta Api Indonesia tidak menambah jumlah kereta, serta membatasi kuota 70 persen setiap keberangkatan. TEMPO/Subekti.

    Satu hari menjelang larangan mudik ratusan calon penumpang kereta api memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu 5 Mei 2021. Per 1 Mei 2021, tercatat sudah ada lebih dari 6.000 calon penumpang yang akan diberangkatkan. Keberangkatan didominasi oleh penumpang ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya Malang dan Surabaya. Meskipun padat, PT Kereta Api Indonesia tidak menambah jumlah kereta, serta membatasi kuota 70 persen setiap keberangkatan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang pagi hingga siang hari Rabu, 5 Mei 2021, dimulai dari sejumlah pengecualian dalam kebijakan larangan mudik yang berlaku esok hari dan KUR berplafon Rp 100 juta tanpa jaminan dan bunga 3 persen.

    Lalu ada berita tentang penjelasan KFC ke BEI soal piutang Bakrie senilai Rp 100 miliar dan Melinda Gates yang bakal menjadi wanita terkaya kedua di dunia setelah usai dengan founder Microsoft Inc. Bill Gates. Yang terakhir adalah berita tentang lonjakan harga Dogecoin yang lampaui Bitcoin dan Ethereum. 

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Larangan Mudik Berlaku Esok, Ingat Hanya Kelompok Ini yang Boleh Bepergian

    Kebijakan larangan mudik akan berlaku mulai esok, 6 Mei, hingga 17 Mei 2021. Selama dua pekan, masyarakat yang diizinkan melakukan perjalanan ialah mereka yang memiliki kepentingan mendesak dengan tujuan non-mudik.

    “Penjagaan selama larangan mudik dilakukan di pintu-pintu keluar-masuk provinsi, kabupaten, kota dan tidak hanya di jalan tol,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan ketentuan pemerintah, kelompok pertama yang boleh melakukan perjalanan di masa larangan mudik adalah aparatur sipil negara atau ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta yang memiliki kepentingan pekerjaan. Kelompok ini harus mengantongi surat tugas dengan tanda tangan basah serta cap basah dari pimpinannya setara dengan eselon II.

    Simak lebih jauh tentang mudik di sini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.