IHSG Hari Ini Bakal Berkisar 5.850-6.100, Samuel Sekuritas Cermati 9 Saham

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020.. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020.. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG pada hari ini masih tertahan level kritis 5.944 dan di level konsolidasi kisaran 5.850-6.100.

    "Indeks rebound dari Level kritis 5.944, yang merupakan support saat terjadi pola candlestick hammer atau bottom island pada 13 April 2021," kata Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia, M Alfatih, Rabu, 5 Mei 2021.

    Alfatih mengatakan indeks IDXBASIC saat ini masih tertahan batas atas 1.260. Apabila harga saham sektor ini bisa menembus resistance tersebut maka berpeluang menjadi uptrend.

    Sementara itu, IDXENER berhasil menembus trendline. Sehingga, selama bertahan di atas 740 maka berpotensi naik ke 770-790. Indeks lain seperti IDXFIN, HLTH, INFRA, TRANS berpotensi rebound dalam konsolidasi. Adapun IDXCYC, NCYC, TECH cenderung melemah.

    Berikut ini adalah perkiraan pergerakan sejumlah saham pada hari ini. Aneka Tambang Tbk alias ANTM, menurut Alfatih, telah berhasil menembus resistance down channel, sehingga menjadi tren naik dengan TP 2.950.

    "Resistance lain di 2.670. Koreksi normal tidak melampaui batas Stop 2.530-2.440," ujarnya.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk alias BBCA, menurut Alfatih, sebaiknya dijual apabila harganya turun di bawah 31.850. Ia mengatakan saham ini sebelumnya sempat tembus support, namun berhasil bertahan di atas support 31.850.

    Harga saham ini berpeluang menguat kembali ke arah resistance 32.350, lalu 33.000. "Risiko jika tembus di bawah 31.850, maka berkemungkinan melanjutkan trend turun pola sejak Februari 2021, dengan support 31.350-30.800," ujar Alfatih.

    Sedangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk alias BBRI, kata dia, akan mengalami rebound sebagai reaksi normal setelah tembus support. Namun, saat ini pergerakan saham ini masih bersifat bearish.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.