Wapres Ma'ruf Amin: Ketidaktahanan Pangan Tidak Identik dengan Kemiskinan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Repubilk Indonesia KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan secara virtual saat acara Gerakan Nasional Mengisi Masjid  Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal. Jakarta, Kamis, 11 Maret 2021. Indika Foundation bekerjasama dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila meluncurkan Gerakan Nasional Mengisi Masjid  Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 dengan program donasi yang dibuka dari tanggal 11 Maret 2021 sampai tanggal 21 Agustus 2021 yang nantinya akan didistribusikan kepada 275.000 masjid di seluruh Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Presiden Repubilk Indonesia KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan secara virtual saat acara Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal. Jakarta, Kamis, 11 Maret 2021. Indika Foundation bekerjasama dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila meluncurkan Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 dengan program donasi yang dibuka dari tanggal 11 Maret 2021 sampai tanggal 21 Agustus 2021 yang nantinya akan didistribusikan kepada 275.000 masjid di seluruh Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan ketidaktahanan pangan keluarga di Indonesia tidak berkaitan dengan tingkat kemiskinan suatu rumah tangga, melainkan dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat akan gizi pangan.

    "Ketidaktahanan pangan dalam keluarga tidak selalu identik dengan kemiskinan; tapi lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang pangan dan gizi, perilaku dan pola konsumsi pangan, serta pilihan diet masing-masing orang," kata Wapres Ma’ruf Amin saat membuka Seminar Nasional Ketahanan Pangan Keluarga dan Amaliyah Ramadhan 1442 Hijriah secara daring, Senin 3 Mei 2021. 

    Merujuk pada riset Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI), Wapres menyebutkan ada empat kategori ketahanan pangan di tingkat keluarga, yakni tahan pangan atau food secure, rawan pangan tanpa kelaparan, rawan pangan kelaparan moderat dan rawan pangan kelaparan akut.

    "Sebagian besar rumah tangga responden (64 persen) berada dalam kategori tahan pangan dan sisanya adalah kelompok rentan yang berada dalam kategori rawan pangan, yaitu rawan pangan tanpa kelaparan (28,84 persen), rawan pangan kelaparan moderat (10,14 persen) dan rawan pangan kelaparan akut (1,95 persen)," ucap-nya.

    Wapres mengatakan kepada kelompok rentan, Pemerintah telah melakukan program jaring pengaman sosial khususnya di masa pandemik COVID-19.

    Bagi mereka yang bekerja di sektor informal, berpendapatan tidak tetap dan termasuk kelompok rumah tangga miskin, lanjutnya, Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp230,21 triliun di tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.