Soal Harga Vaksin Mandiri, Bio Farma: Tunggu Hasil Pendampingan BPKP

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan setengah juta vaksin dari Pemerintah Persatuan EmiratArab, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Vaksin produksi Sinopharm, asal dari Tiongkok tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891. Foto/Kominfo

    Bantuan setengah juta vaksin dari Pemerintah Persatuan EmiratArab, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Vaksin produksi Sinopharm, asal dari Tiongkok tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891. Foto/Kominfo

    TEMPO.COJakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan pendampingan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP untuk menghitung harga Vaksin Mandiri.

    "Saat ini kami masih melakukan pendampingan dengan BPKP untuk perhitungan harga. Batas harga akan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sesuai PMK nomor 10 tahun 2021. Kita tunggu hasil pendampingan dengan BPKP," ujar dia kepada Tempo, Senin, 3 Mei 2021.

    Bambang mengatakan perseroan juga masih melakukan koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri alias Kadin Indonesia mengenai rencana pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong. "Kami berharap vaksinasi dapat dilakukan sesegera mungkin."

    Ihwal distribusi vaksin, Bambang mengatakan sesuai dengan PMK nomor 10, distribusi harus sesuai dengan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik). Pendistribusian vaksin Gotong Royong oleh Bio Farma ke fasilitas kesehatan, tutur dia, bisa bekerjasama dengan pihak ketiga.

    Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Investasi Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani menyebut vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi gotong-royong atau vaksinasi mandiri rencananya disuntikkan mulai 9 Mei.

    "Tanggal 9 Mei tentatif. Harga menunggu dari Bio Farma, tapi informasinya Rp1 juta untuk 2x suntik," ujar Rosan lewat pesan singkat, Ahad, 2 Mei 2021.

    Sebanyak 482.400 dosis Vaksin Covid-19 asal Cina, Sinopharm, tiba di Indonesia pada Jumat siang, 30 April 2021, pukul 13.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten

    Sinopharm merupakan vaksin yang didapat dari Cina National Pharmaceutical Corporation. Jumat lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan emergency use of authorization (EUA) atau izin edar penggunaan dalam kondisi darurat dari vaksin tersebut.

    Berbeda dengan Sinovac yang didistribusikan oleh PT Bio Farma (Persero), Vaksin Sinopharm ditujukan sebagai vaksin mandiri yang bakal didistribusikan oleh anak perusahaan Bio Farma, yakni PT Kimia Farma Tbk. Sinopharm akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri yang ditujukan bagi pegawai swasta.

    CAESAR AKBAR | DEWI NURITA

    Baca: Bio Farma: Vaksin Mandiri Covid-19 Bukan Komersialisasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.