Bio Farma Siapkan 18 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Mei

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara berjaga di samping kontainer bermuatan bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac setiba di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2021. Sebanyak 16 juta dosis kembali diterima PT Bio Farma dengan demikian total bulk vaksin Sinovac yang diterima Indonesia mencapai 53,5 juta vaksin atau setara 43 juta dosis produk jadi. Total vaksin Covid-19 (vaksin butan CoronaVac, buatan Bio Farma, dan buatan AstraZeneca) yang tersedia di Indonesia saat ini sebanyak 47,1 juta dosis. TEMPO/Prima Mulia

    Tentara berjaga di samping kontainer bermuatan bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac setiba di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2021. Sebanyak 16 juta dosis kembali diterima PT Bio Farma dengan demikian total bulk vaksin Sinovac yang diterima Indonesia mencapai 53,5 juta vaksin atau setara 43 juta dosis produk jadi. Total vaksin Covid-19 (vaksin butan CoronaVac, buatan Bio Farma, dan buatan AstraZeneca) yang tersedia di Indonesia saat ini sebanyak 47,1 juta dosis. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Bio Farma menyatakan telah menyiapkan 16 hingga 18 juta dosis vaksin jadi pada Mei 2021. Jumlah tersebut adalah bagian dari target 47 juta dosis yang merupakan hasil proses produksi dari bulk Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 59,5 juta dosis sampai saat ini.

    Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto, 16-18 juta dosis tersebut merupakan hasil produksi selama April 2021. "Diharapkan lulus uji dan mendapatkan proses pelulusan produk atau lot release dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada bulan Mei," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.

    Dia menjelaskan dari target 47 juta dosis vaksin tersebut, yang sudah diproduksi Bio Farma, hingga saat ini sekitar 41 juta dosis. Nah kemudian, dari 41 juta dosis tersebut yang sudah mendapatkan rilis Badan POM sebanyak 25 juta dosis.

    Dari 25 juta dosis yang sudah mendapatkan lot rilis dari Badan POM sudah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sebanyak sekitar 22.5 juta dosis.

    "Ini selain yang sudah didistribusikan 3 juta dosis CoronaVac sebelumnya, maupun 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca," katanya.

    Dia memaparkan, dari 59,5 juta dosis vaksin Sinovac yang diproses oleh Bio Farma secara bertahap, diperkirakan diperoleh vaksin jadi kemasan multidosis sebanyak 47 juta dosis. Hal itu karena dalam proses produksi mulai dari homogenisasi, filling, dan packing, akan ada vaksin yang hilang selama proses.

    “Tentu pada proses ini ada wastage (terbuang, red). Di proses ini normal, misalnya di selang ada yang tersisa, tangki ada tersisa itu ada wastage” ujar Bambang.

    Selain itu, vaksin Sinovac produksi Bio Farma ini ada overfill atau ekstra volume vaksin yang disiapkan untuk mengantisipasi proses filling ke dalam kemasan vial multidose.

    Baca Juga: Vaksinasi Gotong Royong, Bio Farma Usahakan Pasok Vaksin Sinopharm


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.