Hingga April Pencairan BLT Desa 32 Persen, Jokowi: Masih Kecil Sekali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat mengunjungi kawasan yang dilanda banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 9 April 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.

    Presiden Jokowi saat mengunjungi kawasan yang dilanda banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 9 April 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa masih rendah. Ia menyebut angkanya baru mencapai 32 persen dari keseluruhan anggaran yang disediakan.

    "Saya lihat per April kemarin yang sudah tersalurkan baru 32 persen. Masih kecil sekali. 32 persen, baru Rp 1,5 triliun," kata Jokowi saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu, 28 April 2021.

    Jokowi mengingatkan para kepala daerah bahwa ia selalu memantau angka-angka perkembangan BLT Desa. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya penyaluran bantuan sosial, hingga bantuan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM). Lancarnya program ini, kata Jokowi, akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

    "Sore ini saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kalau daerah ada pertumbuhan ekonomi, secara agregat akan jadi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Jokowi.

    Jokowi pun mengajak mengajak kepala daerah untuk segera membelanjakan APBD yang dimilikinya. Ia menyebut sejauh ini, belanja modal per Maret kemarin baru menyentuh 5,3 persen. Padahal ia menegaskan perputaran uang itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

    Selama ini, Jokowi mengatakan yang terjadi adalah transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Hal ini yang menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi terhenti.

    "Hati-hati, akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp 182 triliun. Tidak semakin turun, semakin naik. Naik 11,2 persen. Artinya tidak segera dibelanjakan, gimana PE daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank? Hati-hati," kata Jokowi.

    BACA: Tak Ingin Seperti India, Jokowi Minta Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.