Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen, Jokowi: April Hingga Juni Menentukan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  (kiri depan) berjalan bersama dengan Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi  (kanan depan) saat  menghadiri KTT ASEAN, di Gedung Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Sabtu, 24 April 2021. ANTARA FOTO/HO-Setpres

    Presiden Joko Widodo (kiri depan) berjalan bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan depan) saat menghadiri KTT ASEAN, di Gedung Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Sabtu, 24 April 2021. ANTARA FOTO/HO-Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sudah semakin membaik. Setelah penanganan Covid-19 makin terkendali, ia menyebut , ekonomi sudah hampir menuju pada posisi normal.

    "Sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan kita 4,5-5,5 persen itu bisa kita capai. Dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada PE di kuartal II 2021. Artinya apa, April, Mei, Juni ini sangat-sangat menentukan," kata Jokowi saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu, 28 April 2021.

    Selama tiga bulan itu, Jokowi mengatakan jika kasus Covid-19 bisa ditekan tanpa membuat guncangan ekonomi, target sekitar 7 persen harus tercapai. Dengan begitu, ia meyakini pada kuartal berikutnya akan lebih mudah.

    Jokowi mengatakan keyakinan dia akan perbaikan ekonomi, didasarkan karena ia melihat pabrik, industri, dan manufaktur sudah mulai bergerak. Dalam Purchasing Managers Index (PMI), ia mengatakan angkanya sudah mulai normal di angka 53,2. Bahkan angka ini lebih baik dibanding sebelum pandemi yang berada di kisaran angka 51.

    Selain itu, Jokowi juga menyebut konsumsi listrik juga sudah naik 3,3 persen. Kenaikan terjadi di industri, di rumah tangga, hingga di pemerintahan. Perbaikan juga terjadi di impor barang modal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.