IHSG Menguat 0,38 Persen, Samuel Sekuritas: Total Transaksi Rp 9,2 T

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melanjutkan tren positif dari sesi pertama pada sesi kedua perdagangan saham hari ini. IHSG menutup sesi di 6.016, menguat 0,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, juga menguat posisinya pada akhir sesi pertama 6.008.

    "Sebanyak 190 saham menguat, 293 saham melemah, dan 169 saham stagnan hari ini, dengan nilai total transaksi mencapat Rp 9,2 triliun," dikutip dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 23 April 2021.

    Arus beli investor asing terlihat mulai kembali di sesi kedua hari ini, terlihat dari nilai net sell asing di pasar reguler yang hanya mencapai Rp 1,6 miliar pada akhir sesi kedua, jauh lebih kecil dibandingkan sesi pertama sebesar Rp 248 miliar.

    Saham Bank BCA (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler, dengan nilai net buy sebesar Rp 173,4 miliar. Sekadar informasi, BBCA berhasil mencatatkan performa yang cukup positif pada kuartal pertama 2021, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 7 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pergerakan saham BBCA pun hari ini cukup positif, dengan kenaikan +2,8 persen ke Rp 31.950 per saham.

    Saham emiten sawit pendatang baru, Triputra Agro Persada (TAPG), kembali menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing, dengan nilai net sell asing sebesar Rp 292,7 miliar.

    Saham-saham Lippo Group, seperti MLPL dan LPPF yang sempat menguat kencang di sesi pertama, perlahan mulai turun kembali di sesi kedua. Saham MLPL yang mengakhiri sesi pertama dengan kenaikan +23,45 persen ke Rp 200 per saham, mengakhiri sesi kedua di angka Rp 186 per saham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.