Budi Gunadi: Festival Keagamaan dan Pemilu Picu Ledakan Covid-19 di India

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan sejumlah faktor yang diduga memicu ledakan kasus Covid-19 di India. Salah satunya karena pelonggaran protokol kesehatan yang terlalu cepat ketika negara itu sudah mengalami penurunan kasus.

    "Banyak pelonggaran terlalu cepat, festival keagamaan yang besar-besar, itu diizinkan," kata Budi Gunadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 23 April 2021. Selain itu, pelonggaran lainnya yaitu berupa kampanye pemilu.

    Pelonggaran tersebut, kata Budi, akibatnya menyebabkan penularan kembali terjadi dengan varian virus yang telah bermutasi. "Ini pelajaran bagi kita semua agar bisa selalu berhati-hati dalam mengamati laju penularan kasus," kata dia.

    Sebelumnya, kasus Covid-19 di India sudah mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2020. Kasus bergerak turun dari sekitar 90 ribu kasus menjadi di bawah 25 ribu kasus per hari. Tapi memasuki April 2021, terjadilah lonjakan.

    Kementerian Kesehatan setempat melaporkan lebih dari 310.000 kasus infeksi baru pada Kamis, 22 April 2021, atau rekor baru jumlah kasus dalam satu hari. Angka itu juga telah melampaui rekor tertinggi di Amerika Serikat yang pernah mencapai 300.669 kasus pada 8 Januari 2020.

    Selain pelonggaran, Budi juga menduga ledakan kasus terjadi karena ada kecenderungan peningkatan beberapa varian virus seperti B.1.1.7, lalu B.1.351, dan P.1.

    Selain itu, ada juga peningkatan pada varian B.1.617 yang membawa mutasi di 2 titik. Varian ini diduga membuat virus lebih infeksius atau resisten terhadap vaksin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H