Macam-macam Aturan Mudik 2021: Ada Pengetatan, Ada Peniadaan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi membawa poster saat kampanye larangan mudik di kawasan Terminal Madureso, Temanggung, Jateng, Rabu, 21 April 2021. Larangan mudik Lebaran diberlakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran virus corona. ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah polisi membawa poster saat kampanye larangan mudik di kawasan Terminal Madureso, Temanggung, Jateng, Rabu, 21 April 2021. Larangan mudik Lebaran diberlakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran virus corona. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto menjelaskan kembali aturan pengetatan dan peniadaan mudik 2021. Aturan ini berlaku mulai 22 April sampai 24 Mei 2021.

    Pra Mudik

    Pertama yaitu masa pra mudik, 22 April sampai 5 Mei 2021 (pengetatan pertama). Di periode ini, semua orang bisa tetap mudik ke kampung halaman.

    "Tidak ada ketentuan ijin perjalan," kata Airlangga dalam paparannya, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 23 April 2021.

    Tapi dalam periode ini, masyarakat harus membawa hasil negatif test PCR atau Rapid Antigen maksimal 1 x 24 jam. Bisa juga, hasil negatif Genose C-19 sebelum keberangkatan.

    Mudik

    Kedua yaitu masa mudik, 6 sampai 17 Mei 2021 (peniadaan). Dalam periode ini, masyarakat sama sekali tak boleh mudik ke kampung halaman.

    "Dikecualikan untuk dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, ibu hamil atau kepentingan persalinan," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 23 April 2021.

    Walau sebagian orang tersebut masih bisa mudik, tapi dokumen yang harus mereka bawa lebih ketat. Contohnya, mereka harus negatif tes RT-PCR atau Rapid Antigen maksimal 2 x 24 jam. Sementara, hasil negatif Genose C-19 cukup dibawah sebelum keberangkatan.

    Pasca Mudik

    Ketiga yaitu masa pasca mudik, 18 sampai 24 Mei 2021 (pengetatan kedua). Sama seperti yang pertama, masyarakat bisa kembali mudik di periode ini karena tidak ada pengecualian lagi.

    Syarat dokumen kesehatannya pun sama dengan pengetatan pertama. Dokumennya yaitu hasil negatif tes PCR atau Rapid Antigen maksimal 1 x 24 jam. Termasuk, hasil negatif tes Genose C-19.

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Bisa Seperti di India, Epidemiolog: Tunggu Waktu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.