Terkini Bisnis: 6 Anak Usaha Sritex Digugat PKPU hingga Anggaran Ibu Kota Negara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pabrik tekstil PT Sritex. Sritex.co.id

    Suasana pabrik tekstil PT Sritex. Sritex.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang pagi hingga siang hari ini, Jumat, 23 April 2021, dimulai dari enam anak usaha Grup Sritex yang menghadapi gugatan PKPU.

    Berikutnya ada berita tentang lima hal penting mengenai pengetatan perjalanan menjelang larangan mudik lebaran, cerita Mendag Lutfi soal gajinya lebih rendah dari penjual martabak manis. Lalu ada berita tentang anggaran pembangunan ibu kota negara dan Kadin yang meminta kebijakan larangan mudik dievaluasi.

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Terlilit Utang Jumbo, 6 Anak Usaha Grup Sritex Kembali Digugat PKPU

    Kurang dari satu bulan terakhir, tercatat enam perusahaan di bawah Grup Sritex dan dua petinggi Grup Sritex yakni Iwan Setiawan Lukminto dan istrinya Megawati menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

    Keenam perusahaan itu adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Rayon Utama Makmur (RUM), PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, PT Primayudha Mandirijaya, dan PT Senang Kharisma Textil. Gugatan PKPU didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah.

    Gugatan PKPU kepada enam perusahaan itu diajukan oleh empat pihak yang berbeda mulai dari PT Swadaya Graha, CV Prima Karya, Bank QNB Indonesia, dan sebuah perusahaan kargo yakni PT Indo Bahari Ekspress.

    Baca selengkapnya mengenai PKPU di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H