IHSG Menguat Tipis, Samuel Sekuritas: Net Sell Asing Rp 189,3 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sedikit membaik pada sesi kedua perdagangan hari ini, 22 April 2021. Mengakhiri sesi di angka 5.994 atau menguat 0,02 persen, setelah sempat turun ke 5.983 pada akhir sesi pertama.

    "Terjadi sedikit penurunan nilai net sell asing pada sesi kedua hari ini dibanding sesi pertama, dengan nilai net sell di angka pasar reguler Rp 189,3 miliar," dikutip dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis, 22 April 2021.

    Sebagian besar indeks sektor melemah hari ini, dengan pelemahan paling dalam dicatat oleh indeks sektor industri dasar dan kimia minus 0,4 persen. Saham yang melemah paling jauh dari sektor ini adalah FPNI (-6,6 persen ke Rp 226 per saham).

    Terdapat dua indeks sektor yang bergerak positif hari ini indeks sektor industri (+1,1 persen) dan infrastruktur (+0,4 persen).

    Saham yang paling banyak dijual asing, yaitu TAPG sebesar Rp 205,5 miliar, BBRI Rp 121,4 miliar, dan BBTN Rp 37,3 miliar.

    Sedangkan saham yang paling banyak dibeli asing, yaitu ASII sebesar Rp 163,1 miliar, TLKM sebesar Rp 68,0 miliar, dan LPPF Rp 33,2 miliar.

    Untuk top gainer BIMA (+33,8 persen ke Rp 79 per saham), MYTX (+29,2 persen ke Rp 146 per saham), MTWI (+26,4 persen ke Rp158 per saham), LPPF (+25,0 persen ke Rp1.925 per saham), KONI (+24,6 persen ke Rp 1,265 per saham).

    Adapun top loser: LFLO (-9,3 persen ke Rp 116 per saham), ZYRX (-6,9 persen ke Rp 665 per saham), VIVA (-6,9 persen ke Rp 67 per saham), BBHI (-6,9 persen ke Rp 1.415 per saham), dan BELL (-6,9 persen ke Rp 160 per saham).

    HENDARTYO HANGGI

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.