Kesetaraan Gender Akan Tingkatkan Kinerja BRI dan UMKM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO BISNIS - Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan untuk kemajuan bangsa, BRI pada peringatan Kartini Rabu, 21 April menggelar acara bertajuk Woman (Wonderful & Magnificent).

    Hadir dalam acara hybrid tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo yang juga Wakil Menteri BUMN, Komisaris Independen BRI Rofikoh Rokhim, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Konsumer BRI Handayani, dan public figure Dian Sastrowardoyo.

    Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan harapan agar ke depannya para pekerja perempuan di BRI mampu mengeluarkan semua potensi terbaiknya bagi perusahaan dan Indonesia secara umum. Saat ini BRI sudah cukup terbuka dan mengakomodir para perempuan agar bisa mengembangkan dirinya di perusahaan.

    “BRI hari ini memiliki 121 ribu pekerja, dan 47 ribu di antaranya adalah perempuan. Secara demografi juga Alhamdulillah 80 persen masuk kategori milenial. Lebih bersyukur lagi, para pekerja perempuan di BRI kini menduduki jabatan yang strategis dan cukup tinggi. Pada posisi manajerial, manager sampai BOD-1, ada 716 pekerja perempuan yang menduduki posisi-posisi strategis ini. Persentasenya kira-kira sudah 22,69 persen,” ujar Sunarso.

    Selain membuka kesempatan bagi pekerja perempuan berkarir hingga puncak, BRI juga memiliki komunitas khusus bagi pegawai wanitanya yang bernama Srikandi BRI. Komunitas ini kerap menjalankan program-program yang berfokus untuk memberi dukungan program women empowerment, social enterpreneurship dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan semangat perjuangan Kartini sampai sekarang masih relevan sebagai pemacu perempuan agar lebih berperan dalam kehidupan keluarga, sosial, dan ekonomi. Menurutnya, salah satu riset McKinsey menyebut bahwa manfaat sebesar 12 triliun dolar AS bisa diraih dunia apabila kesempatan perempuan untuk maju dan berkembang diberikan secara adil.

    “Untuk Anda semuanya yang kemudian memilih untuk menjalankan karir, maka laksanakan karir Anda, tugas Anda dengan seluruh kelebihan Anda sebagai perempuan. Keunggulan yang anda miliki sebagai perempuan harus digunakan untuk memberikan yang terbaik bagi institusi dimana Anda bekerja,” kata Sri Mulyani.

    Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kerap melihat banyak pegawai atau Agen BRILink perempuan yang menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat.

    Menurutnya, BRI berpotensi berperan sebagai “bapak” untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja perempuan, yang berujung pada naiknya produktivitas perusahaan dalam menyalurkan kredit dan memberdayakan UMKM.

    “Itu lah yang saya minta bagaimana BRI dan tentu para wanita-wanita kuat yang ada di BRI, nasabah BRI yang tadi saya lihat, jaringan BRI, ataupun 40 ribu pekerja wanita yang ada di BRI, ini menjadi sebuah kekuatan,” ujar Erick.

    Pada sesi talkshow, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, perempuan adalah kelompok yang paling terdampak pandemi Covid-19 baik secara fisik maupun psikologis. Alasannya, perempuan harus mengemban tugas ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja dari rumah selama pandemi.

    Selain itu, ada 60 persen lebih pelaku UMKM yang merupakan perempuan. “Kita lihat perempuan ini punya ketahanan yang luar biasa. Ketika dalam keadaan sulit, mungkin perempuan jauh lebih bisa survive dari oria,” ujar Handayani.

    Terakhir, Komisaris BRI Rofikoh Rokhim mengungkapkan perempuan saat ini harus memiliki pendidikan yang tinggi, agar bisa meningkatkan kelas dan kapasitasnya.  “Hebatnya perempuan itu bukan hanya karena (mampu) multitasking, tapi juga memiliki jiwa endurance, persistent dan ini tidak hanya didapat dari (pendidikan) formal tapi juga informal, dari kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

    Peringatan Hari Kartini oleh BRI berlanjut pada Kamis (22/04) pada kegiatan Sharing Session Bersama kaum difabel yang bertajuk “Kartini Milenial, Generasi Penerus Bangsa Turut Membangun SDM Unggul Indonesia Maju”.

    Sharing session bersama Yayasan Skills For Life yang diselenggarakan oleh Srikandi BRI ini diharapkan akan memberikan inspirasi bagi para Kartini Milenial masa kini meneladani semangat Kartini untuk meningkatkan martabat, hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.