BTN Beri KPR untuk Pegawai Outsourcing Berpenghasilan Maksimal Rp 8 Juta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    Ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN). TEMPO/Tony Hartawan;

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggandeng Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI), sebuah perkumpulan yang beranggotakan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang alih daya (outsourcing), untuk menyalurkan pembiayaan perumahan kepada karyawan kontrak.

    Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, melalui kemitraan tersebut, sekitar satu juta pekerja kontrak dapat memiliki rumah dengan skema kredit yang murah dan mudah.

    "Kami juga memahami betul betapa sulitnya para karyawan kontrak untuk memiliki rumah dengan fasilitas KPR atau Kredit Pemilikan Rumah di perbankan. Karena itu, melalui kerja sama ini, kami berupaya memberikan fasilitas KPR dengan skema mudah dan murah bagi sekitar satu juta karyawan kontrak di Indonesia,” kata Hirwandi melalui keterangan di Jakarta, Rabu, 21 April 2021.

    Hirwandi mengatakan, perseroan terus berfokus melakukan inovasi dan kemitraan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Apalagi, tambahnya, rumah kini telah menjadi kebutuhan pokok untuk dapat hidup dan berlindung terutama di masa pandemi.

    Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, lanjut Hirwandi, para karyawan outsourcing yang tergabung di ABADI dapat mengakses KPR Subsidi Bank BTN. Beberapa produk yang dapat dimanfaatkan yakni KPR Fasilitas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BTN dan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

    Untuk KPR FLPP, fasilitas yang bisa dinikmati yakni uang muka mulai 1 persen, jangka waktu kredit hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp 4 juta, dan suku bunga mulai 5 persen. Untuk KPR BP2BT, tenaga alih daya bisa memperoleh dana bantuan uang muka hingga Rp 40 juta dengan suku bunga mulai 10 persen.

    Berbagai fasilitas KPR Subsidi tersebut dapat dinikmati oleh karyawan outsourcing dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta. Kemudian, untuk harga rumah yang dapat dimiliki yakni senilai maksimal Rp 168 juta.

    "Dengan skema tersebut, para karyawan outsourcing bisa memiliki rumah dengan cicilan berkisar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta," ujar Hirwandi.

    Selain KPR Subsidi, lewat kemitraan tersebut, Bank BTN memberikan layanan dan produk keuangan lainnya.

    "Kami memiliki beragam produk keuangan sehingga menjadi one stop solution bagi para nasabah dan debitur Bank BTN," kata Hirwandi.

    Sementara itu, di tahun pemulihan ekonomi ini, Bank BTN terus aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak guna mendorong penyaluran KPR.

    Pekan lalu, Bank BTN telah menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk memberikan rumah bagi para prajurit TNI AD. Perseroan pun aktif menggelar akad massal untuk terus memacu penyaluran KPR.

    Adapun, hingga akhir Maret 2021, BTN men catatkan pertumbuhan KPR Subsidi sekitar 9,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau naik dari Rp 112,77 triliun pada Maret 2020 menjadi sekitar Rp122,96 triliun di bulan yang sama tahun ini.

    ANTARA

    Baca juga: BTN Tawarkan KPR 30 Tahun dengan Uang Muka 0 Persen untuk Anggota TNI AD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.