Kata Bos Astra Soal Turunnya Pendapatan dan Laba Kuartal I 2021

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro memberikan sambutan pada acara penyerahan apresiasi 11th SATU Indonesia Awards 2020 yang diadakan secara virtual (31/10).

    Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro memberikan sambutan pada acara penyerahan apresiasi 11th SATU Indonesia Awards 2020 yang diadakan secara virtual (31/10).

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro menuturkan pendapatan dan laba bersih grup Astra pada kuartal I 2021 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengingat tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada Maret 2020.

    "Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut,” katanya, Rabu, 21 April 2021.

    Berdasarkan laporan kuartal I 2021, pendapatan bersih konsolidasian Grup sebesar Rp 51,7 triliun, menurun 4 persen dibandingkan dengan kuartal I 2020 sebesar Rp 54 triliun.

    Laba bersih mencapai Rp 3,7 triliun, menurun 22 persen dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang sebesar Rp 4,81 triliun, disebabkan kontribusi yang lebih rendah dari hampir semua segmen bisnis.

    Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2021 sebesar Rp 3.971, meningkat 3 persen dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2020 sebesar Rp 3.845. Kas bersih (tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup) mencapai Rp 15,9 triliun pada 31 Maret 2021, dibandingkan Rp 7,3 triliun pada akhir tahun 2020.

    Arus kas yang lebih tinggi pada kuartal pertama tahun 2021 disebabkan oleh kinerja bisnis yang membaik, serta belanja modal dan modal kerja yang lebih rendah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.