Tol Trans Sumatera Ruas Sigli-Banda Aceh Hingga 2021 Capai 67,9 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengungkapkan progres pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, hingga Maret 2021 telah mencapai 67,9 persen.

    "Progresnya saat ini sudah 67,9 persen dengan nilai kontrak keseluruhan Rp 7,7 triliun," ujar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam seminar daring di Jakarta, Rabu.

    Dalam paparannya, Entus menyampaikan progres pembangunan masing-masing seksi Tol Sigli-Banda Aceh yakni progres untuk Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum telah mencapai 39,5 persen.

    Kemudian progres pembangunan untuk Seksi 2 Seulimeum-Jantho mencapai 74,8 persen, progres untuk Seksi 5 Blang Bintang-Kutabaro mencapai 29,3 persen dan Seksi 5 Kutabaro-Baitussalam mencapai 61,7 persen.

    Adapun Seksi 3 Jantho-Indrapuri dan Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang selesai dibangun dan telah dioperasikan.

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berharap jalan Tol Sigli-Banda Aceh atau Sibanceh dapat memicu perkembangan ekonomi masyarakat sekitar.

    Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan Jalan Tol Sibanceh merupakan tol pertama di wilayah Banda Aceh, yang diyakini akan membawa dampak positif, salah satunya mempersingkat waktu tempuh perjalanan yang semula memakan waktu hingga 3 jam perjalanan, kini hanya menjadi 1 jam perjalanan.

    Selama proses pembangunannya, Adhi Karya mempertimbangkan rute terbaik yang memberi manfaat pada jalur yang dilalui, tanpa mengorbankan lahan-lahan produktif.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan keadaan sekitar, sambil turut membuka potensi baru untuk pemerataan pembangunan dan percepatan tumbuhnya sumber ekonomi baru di sekitar jalur proyek.

    Baca Juga: Hutama Karya Siapkan Anak Usahanya Ini IPO di Akhir Tahun

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.