BWI Bidik Kelolaan Wakaf Tunai Tembus Rp 300 Miliar Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia Pada Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro (BWM) Tahun 2019 di Jakarta, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia Pada Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro (BWM) Tahun 2019 di Jakarta, Selasa 10 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Wakaf Indonesia menargetkan dana kelolaan wakaf uang mencapai Rp 300 miliar pada tahun ini. Hingga saat ini BWI baru mengelola langsung sekitar Rp 70 miliar wakaf uang.

    Salah satu momentum yang diperkirakan bakal menggenjot dana kelolaan wakaf uang adalah Lebaran mendatang.

    "InsyaaAllah Lebaran kita akan rekonsiliasi berapa jumlah wakaf uang selama lebaran ini. Sekarang tahap awal sosialisasi," ujar Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Selasa, 20 April 2021.

    "Sekarang yang dikelola langsung oleh BWI itu kira-kira Rp 70 miliar, mudah-mudahan tahun ini itu buia tembus di angka Rp 300-an miliar yang dikelola oleh BWI saja, itu khusus wakaf uang."

    Nuh mengatakan BWI ingin mulai menggeser tren wakaf tanah menjadi wakaf uang. Musababnya, wakaf uang dinilai lebih fleksibel dari wakaf tanah. Kalau biasanya wakaf tanah tidak mungkin hanya sebesar 10 sentimeter persegi, dengan wakaf uang nominalnya lebih fleksibel.

    "Kalau uang kan boleh Rp 5 ribu, 10 ribu, Rp 1 juta pun holeh karena fleksibilitas itulah sekarang kami galakkan," ujar Nuh.

    Ia meyakini jumlah wakaf uang yang dikelola lembaganya bakal terus bertumbuh seiring diluncurkannya gerakan wakaf uang beberapa waktu lalu, bersamaan dengan aplikasi yang dikembangkan dan mulai maraknya digital bank.

    Lantaran wakaf uang nominalnya tidak boleh berkurang, Nuh mengatakan dana kelolaan itu harus diinvestasikan, misalnya di instrumen perbankan, keuangan, atau investasi langsung. Hanya saja, kata dia, dengan kondisi saat ini, BWI belum berani menyalurkan dana itu untuk investasi langsung.

    "Sehingga yang paling aman sekarang ya dua itu, kami belikan sukuk ada cash wakaf link sukuk termasuk wakaf ritel yang baru diluncurkan. Jadi bisa berwakaf berapapun di situ. Wakaf ritel bisa temporer atau permanen," ujar Nuh.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang(GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021. Jokowi menyampaikan potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak, maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang.

    "Potensi wakaf sangat sangat besar di negara kita potensi wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.

    Baca Juga: Wakaf Super Apps Diluncurkan, Berwakaf Uang Bisa dengan Minimal Rp 20 ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.