Kurs Rupiah Menguat di 14.497 per USD Usai BI Tahan Suku Bunga, Bagaimana Besok?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah pada hari ini, Selasa, 20 April 2021, kembali ditutup menguat pada akhir perdagangan.

    Data Bloomberg memperlihatkan, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen ke level Rp 14.497 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS terpantau melemah 0,164 poin atau 0,18 persen ke level 90,905.

    Adapun data yang diterbitkan Bank Indonesia atau BI hari ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 14.508 per dolar AS. Kurs rupiah tersebut menguat 50 poin atau 0,34 persen dari posisi kemarin Rp 14.568 per dolar AS.

    FX Senior Dealer Bank Sinarmas Deddy mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen.

    Deddy menilai keputusan itu mendukung pergerakan rupiah seiring dengan sikap bank sentral yang melihat bahwa pemulihan ekonomi global semakin berangsur membaik. “Kebijakan dan pernyataan Bank Indonesia menandakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia berjalan cukup baik,” ujarnya ketika dihubungi.

    Selain itu, penguatan mata uang utama terhadap dolar AS juga memberikan sentimen positif bagi rupiah yang memicu depresiasi dolar AS. Hal ini tercermin dari investor yang kembali memburu aset-aset berisiko (risk on) untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.

    Lebih jauh, Deddy memprediksi rupiah masih berpeluang menguat pada esok hari. Ia menilai tidak banyak sentimen signifikan yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah seiring dengan minimnya rilis data dalam negeri.

    Selain itu, ia menyebutkan investor juga masih menunggu data manufaktur AS yang rencananya akan dirilis Jumat mendatang. “Nilai tukar rupiah pada perdagangan besok kemungkinan akan berada di rentang Rp 14.450 – Rp14.550,” ujarnya.

    BISNIS

    Baca: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan Tetap 3,5 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.