Cerita PLN Mengolah Limbah Batu Bara yang Dihapus dari Bahan Beracun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), limbah hasil pembakaran batu bara, di PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah, oleh PT Perusahaan Listrik Negara  (persero) atau PLN menjadi batako dan beton pracetak. Senin, 19 April 2021. Sumber: istimewa

    Proses pengolahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), limbah hasil pembakaran batu bara, di PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah, oleh PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN menjadi batako dan beton pracetak. Senin, 19 April 2021. Sumber: istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN kini sedang memperluas pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) alias limbah batu bara. Upaya ini dilakukan usai pemerintah menghapus limbah ini dalam daftar B3 alias bahan berbahaya dan beracun.

    "Ini menjadi momentum era baru pengelolaan FABA," kata Vice Presiden Hubungan Masyarakat PLN Arsyadany G. Akmalaputri kepada Tempo pada Senin, 19 April 2021.

    Sebelumnya, penghapusan FABA dari daftar limbah B3 dilakukan lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ini merupakan salah satu aturan turunan UU Cipta Kerja.

    Keputusan pemerintah ini menuai protes. Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi, Nur Hidayati, menilai pemerintah sedang meningkatkan risiko kematian di tengah pandemi Covid-19 dengan kebijakan ini.

    Batako sampai Rehabilitasi

    Akmalaputri menjelaskan bahwa pengelolaan limbah ini sebenarnya sudah berjalan di PLN, sebelum PP 22 ini terbit. Di PLTU Tanjung Jati B di Jepara, Jawa Tengah, mereka memproduksi 115.778 paving dan 82.100 batako sepanjang 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.