IHSG Loyo di Sesi Pertama I, Samuel Sekuritas: Net Sell Asing Capai Rp 318 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali loyo di akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa, 20 April 2021. Indeks melemah 0,84 persen ke level 6,001 sekaligus kembali ke level 6.000-an untuk pertama kalinya sejak pekan lalu.

    Sebanyak 189 saham menguat, 270 saham melemah, dan 173 saham stagnan pada sesi pertama hari ini. Adapun nilai transaksi mencapai Rp3,84 triliun.

    "Arus jual investor asing kembali terlihat di sesi pertama perdagangan hari ini, dengan net foreign sell mencapai Rp 318 miliar di pasar reguler," dinukil dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa, 20 April 2021.

    Saham emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net buy asing sebesar Rp 19,5 miliar. Selain TBIG, investor asing juga memborong saham Ace Hardware Indonesia Tbk alias ACES Rp 8,4 miliar dan Unilever Indonesia Tbk Rp 8,2 miliar.

    Sementara itu, saham emiten pendatang baru PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) kembali menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini. Nilai net sell asing untuk saham TAPG mencapai Rp 185,8 miliar, diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI sebesar Rp81,6 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA Rp 15,8 miliar.

    Kenaikan harga batubara yang cukup drastis pekan lalu, menurut Samuel Sekuritas, masih tidak mampu mendongkrak harga saham batubara. Terpantau, saham Indika Energy Tbk alias INDY justru melemah 0,34 persen hari ini ke level Rp 1.460 per saham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.