Ekonom Bank Permata Tegaskan Pentingnya Independensi Bank Indonesia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi atau Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Ilustrasi atau Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta -Di tengah rencana pemerintah untuk menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Sektor Keuangan, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menegaskan independensi Bank Indonesia (BI) merupakan hal yang penting.

    Josua mengatakan BI diharapkan untuk tetap independen, karena monetary policy (kebijakan moneter) yang dimiliki bank sentral merupakan long-time horizon atau memiliki target jangka panjang, terutama mandat menjaga stabilitas keuangan nasional.

    “Independensi yang berkurang dari Bank Sentral dapat juga memengaruhi persepsi kredibilitas terhadap Bank Sentral. Maka kami terus mendukung otoritas moneter Bank Indonesia merupakan lembaga yang independen,” kata Josua dalam video conference, Senin, 19 April 2021.

    Josua lalu mencontohkan setelah dimulainya implementasi Undang-Undang (UU) No. 23/1999 tentang Bank Indonesia di 2004, pertumbuhan ekonomi relatif stabil. Misalnya, dia membandingkan kondisi perekonomian pada krisis yang pernah terjadi di Indonesia seperti pada krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, dan krisis akibat pandemi Covid-19 di 2020.

    Sebelum BI menjadi independen pada 1998, tingkat harga melonjak sampai 82 persen. Lalu, saat terjadi kepanikan di pasar keuangan global pada 2008, harga tetap melonjak namun hanya sekitar 12 persen. Sementara di 2021, inflasi cukup rendah di 1,38 persen.

    Dari sisi tingkat depresiasi terhadap dolar AS, kondisi rupiah cenderung mengalami perbaikan. Setelah adanya UU No. 23/1999 terkait dengan independensi BI, pascakrisis 1998, tingkat depresiasi lebih cenderung rendah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H