Pesan Sandiaga Uno untuk Proyek Bukit Algoritma: Pastikan Dampak Sosial

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno mengunjungi Dusun Butuh Magelang yang kerap dijuluki Nepan Van Java. Foto Instagram Sandiaga

    Sandiaga Uno mengunjungi Dusun Butuh Magelang yang kerap dijuluki Nepan Van Java. Foto Instagram Sandiaga

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menanggapi rencana pembangunan pusat teknologi, industri, dan riset bernama Bukit Algoritma di Sukabumi yang diwacanakan menjadi Silicon Valley ala Indonesia. Sandiaga meminta rencana proyek itu memperhatikan pelbagai aspek sosial.

    “Harus dipastikan aspek-aspek dampak sosial dan tata kelola bisa dikawal bersama,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Senin, 19 April 2021.

    Sandiaga mengaku baru mendengar rencana pembangunan Bukit Algoritma. Seumpama terealisasi, ia meyakini Bukit Algoritma akan menjadi sentra penghasil produk-produk teknologi yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi baru.

    Selain itu, Sandiaga melihat pembangunan Bukit Algoritma akan memiliki dampak bagi pertumbuhan pariwisata. Ia menyebut di area sekitar lokasi pembangunan di Cikidang terdapat destinasi wisata geopark yang telah diakui oleh UNESCO.

    ADVERTISEMENT

    Bukit Algoritma rencananya dibangun di area 888 hektare milik PT Bintang Raya Lokalestari. Kawasan ini akan dikembangkan oleh Bintang Raya Lokalestari dan PT Kiniku Nusa Kreasi yang membentuk kerja sama operasi atau KSO bernama Kiniku Bintang Raya.

    Kongsi dua perusahaan telah menunjuk PT Amarta Karya (AMKA) sebagai kontraktor pembangunan. Pada tahap awal, pembangunan Bukit Algoritma membutuhkan investasi senilai Rp 18 triliun. Investor dari salah satu negara di Amerika Utara disebut-sebut telah berkomitmen untuk menanamkan modalnya.

    Sandiaga mengapresiasi rencana investasi itu di tengah pandemi Covid-19. “Di saat yang sulit ada investor yang ingin investasi Rp 18 triliun, kita harus apresiasi,” ujarnya.

    Selanjutnya, Sandiaga berpesan agar pengembang Bukit Algoritma yang tengah mengajukan areanya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK memenuhi prasyarat dari Dewan KEK. “Saya lihat ada yang menyebut bahwa beberapa data yang masih harus dikonkretkan dan diserahkan kepada Dewan KEK agar proses bisa dikaji untuk masuk ke tingkatan selanjutnya,” tutur Sandiaga.

    BACA: Sandiaga Uno Ajak Beli Produk Ekonomi Kreatif untuk Hantaran Lebaran

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.