Dibuka Menguat, Kurs Rupiah Diprediksi Bergerak di 14.545 - 14.600 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaNilai tukar rupiah di pasar spot hari ini, Senin, 19 April 2021, dibuka menguat 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp 14.535 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,183 poin atau 0,2 persen ke level 91,739 pada pukul 08.52 WIB.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan kurs rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pekan lalu pada perdagangan hari ini. Adapun pada pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu, rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen ke level Rp14.565 per dolar AS.

    Ibrahim menjelaskan, bahwa penguatan rupiah didukung oleh rilis PDB Cina untuk kuartal I/2021 yang berhasil tumbuh pesat, yaitu 18,3 persen secara yoy dan 0,6 persen secara qoq. Hal itu juga disebut bakal berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    "Ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi di dalam negeri bisa dilakukan dengan cepat bahkan perkiraan PDB di kuartal II/2021 di level 7 persen kemungkinan bisa terealisasi,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Jumat, 16 April 2021.

    Pertumbuhan ekonomi Cina, menurut dia, akan langsung terasa pada sisi ekspor, terutama permintaan dari negeri tirai bambu itu yang diyakini otomatis akan meningkat. Hal itu tentu akan membantu ekspor Indonesia ke Cina, sehingga neraca perdagangan Indonesia berpotensi surplus untuk beberapa bulan ke depan.

    Sementara itu, imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun melanjutkan penurunan karena investor semakin yakin bahwa The Fed akan tetap melanjutkan dukungan moneter. Akibatnya, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama melemah 0,04 persen ke posisi 91,634.

    Hal ini seiring dengan investor yang mulai mendukung mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah melanjutkan penguatannya dan bergerak di kisaran Rp 14.545 hingga Rp 14.600 per dolar AS. 14.545 - 14.600

    BISNIS

    Baca: BI dan Bank Buka Layanan Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri Hingga 11 Mei 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H