Budiman Sudjatmiko Cerita Alasan Gandeng Amarta Karya Bangun Bukit Algoritma

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT AMKA (Persero) Nikolas Agung (kanan) bersama Direktur Utama PT Bintang Raya Dani Handoko (tengah) menyimak penjelasan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko (kiri) seusai penandatanganan kontrak pekerjaan pengembangan Bukit Algoritma pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan teknologi dan industri 4.0 Kabupaten Sukabumi di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    Direktur Utama PT AMKA (Persero) Nikolas Agung (kanan) bersama Direktur Utama PT Bintang Raya Dani Handoko (tengah) menyimak penjelasan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko (kiri) seusai penandatanganan kontrak pekerjaan pengembangan Bukit Algoritma pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan teknologi dan industri 4.0 Kabupaten Sukabumi di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengemukakan alasannya menggandeng PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA sebagai kontraktor yang akan membangun Bukit Algoritma di Sukabumi. Bukit Algoritma merupakan pusat pusat industri, riset, dan teknologi yang dimimpikan seperti Silicon Valley.

    Budiman bercerita, AMKA adalah perusahaan badan usaha milik negara atau BUMN yang paling cepat memberikan respons terhadap rencana megaproyek ini. Sebelumnya, Budiman sempat menawarkan kerja sama tersebut beberapa perusahaan pelat merah.

    “Kami ini datang ke berbagai macam BUMN. Ada juga perusahaan swasta di konstruksi. Asing juga kami tawarkan,” ujar Budiman Sudjatmiko saat ditemui Tempo di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 15 April 2021.

    Ia tak merincikan nama-nama perusahaan yang telah ia dekati. Budiman hanya menyebut konsolidasi PT Kiniku Bintang Raya dan PT Bintang Raya Loka Lestari akhirnya memilih AMKA sebagai kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan Bukit Algoritma.

    Selain responsif, kata dia, Amarta Karya dipilih karena pertimbangan kondisi perusahaan yang relatif sehat. “Akhirnya kami pilih yang paling sehat, paling cepat, dan responsif. Bagi kami (perusahaan) enggak usah besar-besar, yang penting bisa kerja cepat,” tutur Budiman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.