Proyek Bukit Algoritma, Budiman : Semua Sudah Oke, Mei Kita Mulai

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT AMKA (Persero) Nikolas Agung (kanan) bersama Direktur Utama PT Bintang Raya Dani Handoko (tengah) menyimak penjelasan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko (kiri) seusai penandatanganan kontrak pekerjaan pengembangan Bukit Algoritma pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan teknologi dan industri 4.0 Kabupaten Sukabumi di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    Direktur Utama PT AMKA (Persero) Nikolas Agung (kanan) bersama Direktur Utama PT Bintang Raya Dani Handoko (tengah) menyimak penjelasan Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko (kiri) seusai penandatanganan kontrak pekerjaan pengembangan Bukit Algoritma pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pengembangan teknologi dan industri 4.0 Kabupaten Sukabumi di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Bogor – Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko, kini tengah menggagas mega proyek pembangunan dan pengembangan industri tekhnologi 4.0 di Cikidang, Sukabumi yang dinamakan Bukit Algoritma. Budiman menyebut untuk merealisasikan proyek dengan lima prioritas program riset teknologi itu, sudah disiapkan anggaran sebesar satu miliar euro atau setara dengan 18 trliyun rupiah.

    “Semua sudah oke, anggaran juga oke. Investornya dari beberapa negara, salah satunya Kanada itu udah fix nanam modal pertama,” kata Budiman seusai meninjau lokasi di Sukabumi, Ahad 18 April 2021.

    Budiman Sudjatmiko menyebut peletakan batu pertama mega proyek Bukit Algoritma akan dilangsungkan setelah idul fitri ini atau pertengahan bulan Mei. Budiman mengklaim semuanya sudah siap untuk memulai pembangunan dan tidak ada kendala.

    Budiman mengatakan pelaksana proyek yang akan berdiri di atas lahan 888 hektar itu ialah PT. Kiniku Bintang Raya, yakni perpaduan dua perusahaan PT. Kiniku Nusa Kreasi dan PT. Bintang Raya Lokalestari yang sudah menjalin Kerjasama Operasional pada 7 April lalu. Aktivis 98 itu menyebut Bukit Algoritma terbagi dalam dua jenis proyek, yaitu Kluster dan Ekosistem.

    “Proyek Kluster, ya ini pembangunan insfrastrukturnya. Artinya dana 18 triliyun rupiah itu kita alokasikan untuk pembangunan kluster dan insprastruktur penunjang lainnya,” kata Budiman.

    Kemudian untuk proyek jenis Ekosistemnya, Budiman menyebut pelaksanaannya itu tidak di lokasi Bukit Algoritma. Melainkan langsung disebar ke desa-desa yang akan dijadikan mitra dalam pembangunan dan pengembangan teknologi 4.0, agar target 2045 Desa di Indonesia lebih maju dengan ilmu dan pengetahuan Digitalnya.

    “Investornya sudah ada dari Jerman, mereka ngucurin dana Rp 1,4 Triliyun untuk Ekosistem dan kita sebar itu,” ucap Budiman sambil mengatakan yang akan mengerjakan proyek Bukit Algoritma itu PT. Amarta Karya.

    Direktur Utama PT. Amarta Karya, Nikolas Agung, mengatakan rencana akan dimulainya pembangunan mega proyek pengembangan tekhnologi itu akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei mendatang atau setelah idul fitri.

    Nikolas menyebut, pengerjaan pertama akan ditandai dengan peletakan batu pertama untuk insfrastruktur askesebilitas yang meneruskan jalan dari pintu keluar tol Cibadak hingga lokasi. “Setelah pembangunan akses selesai, baru kita ke pisik bangunan Bukit Algoritma. Itu semua udah ada targetnya,” kata Nikolas.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H