Susi Pudjiastuti Promo Lounge Susi Air di Bandara Halim: Ada Gorengan Non-MSG

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti berpose di pesawat Susi Air. Dok.TEMPO

    Susi Pudjiastuti berpose di pesawat Susi Air. Dok.TEMPO

    TEMPO.COJakarta -  Bos PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air, Susi Pudjiastuti, mempromosikan fasilitas lounge maskapainya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Susi mengatakan di ruang tunggu penumpang itu tersedia aneka ragam penganan sehat.

    “Ada masakan rumah dengan bahan-bahan yang sehat. Kalau ada gorengan, pakainya VCO, juga tidak pakai MSG,” ujar Susi Pudjiastuti lewat akun Twitter-nya, 17 April lalu.

    Susi mengklaim fasilitas yang disediakan maskapai tersebut sangat nyaman bagi penumpang. Selain pelbagai hidangan, kebersihan ruangan tunggu disebut-sebut sangat terjaga dan memiliki standar Swiss lantaran dipantau langsung oleh Nadine Kaiser yang pernah tinggal di negara penghasil cokelat itu. Nadine Kaiser merupakan anak perempuan Susi yang saat ini turut mengelola Susi Air.

    Dalam video yang diunggah Susi, lounge Susi Air memiliki ruang dilengkapi dengan pendingin atau AC. Lounge ini juga menyediakan tempat khusus untuk merokok. Dalam ruangan itu terlihat beberapa sofa berwarna biru dan merah.

    Di pojok ruangan tersedia meja dengan beragam makanan dan minuman. Untuk menikmati lounge ini, Susi mengatakan penumpang harus lebih dulu melakukan pemesanan.

    “Untuk booking lounge bisa hubungi 08112127140 dan untuk pesan tiket @susiair bisa hubungi 08112113080/08112113090,” katanya.

    Susi Air kini memiliki beberapa rute penerbangan domestik yang melayani rute jarak pendek. Dari Halim Perdanakusuma, Susi Air membuka penerbangan tujuan Pangandaran.

    Baca: Pangandaran Ramai, Susi Pudjiastuti: Pak Sandi Uno Kalau Lihat Pasti Senang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.