Erick Thohir: Kita Akan Jadikan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) bersama Menteri Perdagangan M Lutfi  (kanan) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) meninjau kontainer yang berisi komoditas pertanian saat pelepasan ekspor bersama produk pertanian di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 12 Maret 2021. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) bersama Menteri Perdagangan M Lutfi (kanan) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) meninjau kontainer yang berisi komoditas pertanian saat pelepasan ekspor bersama produk pertanian di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 12 Maret 2021. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah melalui program Indonesia Tumbuh akan dijadikan sebagai lumbung pangan dunia baik dari sektor perikanan maupun perkebunan.

    Erick mengatakan dalam acara Milenial Fest 2021 yang digelar secara virtual dipantau di Jakarta, Sabtu, bahwa Indonesia akan membuat one stop service quarantine industri perikanan di Indonesia Timur yang akan bisa langsung mengekspor hasil laut ke negara internasional.

    "Industri perikanan kita di Indonesia Timur, yang selama ini mungkin harus transit ke daerah dan beberapa titik, kita sekarang ingin one stop. Di sana ada lab mutu, ada cold storage, bahkan penangkapan pun langsung bisa kirim ke negara tujuan," kata dia.

    Di industri perkebunan, Erick mengatakan pemerintah akan fokus meningkatkan produksi kelapa sawit Indonesia yang saat ini merupakan sebagai produsen terbesar di dunia. Menurutnya, meskipun Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia, namun masih memiliki kekurangan karena harga pasar kelapa sawit dunia ditentukan bukan dari Tanah Air melainkan dari pasar Malaysia maupun Rotterdam.

    Dia menyebut Indonesia mencoba menjaga penyerapan hasil panen kelapa sawit Indonesia dengan program B30, yaitu bahan bakar diesel dengan campuran minyak kelapa sawit, agar tidak terlalu terpengaruh dengan harga pasar internasional.

    "Itu membuktikan kita bisa sustain, ketika negara lain turun, kita bisa menjaga. Yang diuntungkan tidak hanya pengusaha, tapi juga para pekerja dan petani, yang tadinya income berbeda sangat jauh dengan Malaysia, sekarang tinggal 7 persen," kata Erick.

    Melalui program Indonesia Tumbuh, pemerintah juga berfokus untuk menjaga keberlangsungan energi dengan memaksimalkan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia dengan cara hilirisasi.

    Erick Thohir menyebut pemerintah berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan di antaranya DME gasifikasi batu bara yang melimpah di Indonesia untuk menggantikan impor LPG, pemanfaatan solar panel, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga air yang akan menjadi masa depan sumber energi di Indonesia.

    Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Erick Thohir Siap Dicopot dan Julukan Jokowi Umbar Janji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.